Malasnya Liverpool

Kompas.com - 06/10/2012, 03:00 WIB

LIVERPOOL, JUMAT - Hilang sudah keangkeran Anfield, markas Liverpool. Kekalahan di kandang, 2-3, saat menjamu Udinese pada laga Grup A Liga Europa, Kamis (4/10), menghancurkan mitos stadion itu sulit ditaklukkan di kompetisi Eropa.

Kekalahan tersebut menghentikan catatan Liverpool yang 13 kali tidak terkalahkan di kandang pada laga-laga kompetisi antarklub Eropa. Sebelum Udinese, tim tamu yang menang di Anfield adalah juga wakil Italia, Fiorentina, pada Liga Champions, Desember 2009.

Pelatih Liverpool Brendan Rodgers tidak terlalu menghiraukan hancurnya mitos keangkeran Anfield. Yang menjadi pusat keprihatinannya adalah buruknya konsentrasi para pemain yang membiarkan gawang tim dijebol tiga kali beruntun kendati mereka unggul penguasaan bola.

Rodgers tanpa ragu menuding para pemainnya ”malas” dan ”lembek”. ”The Reds”—julukan Liverpool—unggul dulu 1-0 pada menit ke-23 melalui sundulan gelandang Jonjo Shelvey. Di babak pertama itu, mereka mendominasi sekitar 77,9 persen penguasaan bola. Namun, di babak kedua, situasi berubah drastis.

Jamie Carragher dan kawan- kawan terlihat kehilangan konsentrasi. Lini pertahanan mereka begitu rapuh. Hasilnya, hanya dalam 26 menit gawang kiper Pepe Reina kebobolan tiga gol hasil sontekan Antonio Di Natale (menit ke-46), gol bunuh diri bek Sebastian Coates (70’), dan tendangan keras

Giovanni Pasquale dari luar kotak penalti (72’).

Otokritik Rodgers

Striker Luis Suarez mempertipis kekalahan melalui gol hasil tendangan bebas pada menit ke-75. ”Saya pikir, kami malas. Kami rapuh, malas, dan lembek. Sesederhana itu,” kata Rodgers.

”Ini sebuah pelajaran. Anda harus punya sikap yang benar untuk memenangi laga, tetapi hal itu tidak kami lakukan pada awal babak kedua. Mungkin kami berpikir laga ini terlalu mudah. Akan tetapi, dalam level seperti ini, (anggapan) itu jangan pernah muncul,” ujarnya.

Kekalahan ini sangat kontras dengan laga pertama, dua pekan lalu, saat para pemain muda Liverpool dengan perkasa menang 5-3 di kandang Young Boys. ”Kami butuh orang yang terus mengingatkan dan kerja yang konsisten bahwa Anda harus mempertahankan konsistensi dan punya sikap yang benar untuk menang. Tidak cukup hanya dengan Anda mencetak dua, tiga, atau bahkan lima gol untuk menang,” tutur Rodgers.

Peringatan Rodgers itu relevan jika melihat statistik laga di mana Liverpool unggul segala-galanya atas Udinese. Liverpool, misalnya, menyelesaikan 691 passing dibanding hanya 173 passing pemain Udinese.

Liverpool melancarkan 13 kali serangan, tujuh di antaranya tepat pada sasaran gawang. Adapun Udinese hanya enam kali melakukan upaya mencetak gol dan tiga kali tepat sasaran, yang berbuah tiga gol itu. Namun, sehebat apa pun catatan statistik, akhirnya tetap angka di papan skor yang dihitung.

Pada laga Grup A lainnya, Anji Makhachkala memukul Young Boys, 2-0, berkat dua gol Samuel Eto’o dan kini memimpin klasemen sementara dengan empat poin. Udinese menyusul di bawahnya dengan skor sama, Liverool di urutan ketiga (tiga poin), dan Young Boys juru kunci.

Newcastle cemerlang

Pada laga kedua penyisihan grup Liga Europa itu, Liverpool menjadi satu-satunya wakil Inggris yang kalah. Pada laga grup lain, Newcastle United melibas Bordeaux, 3-0. Klub Inggris lain, Tottenham Hotspur, bermain imbang 1-1 di kandang Panathinaikos pada laga Grup J.

Tiga gol Newcastle dilesakkan Shola Ameobi, yang kini mengoleksi gol ke-13 di kompetisi Eropa, satu gol bunuh diri Henrique, dan gol Papiss Cisse. Dengan kemenangan tersebut, Newcastle memuncaki klasemen sementara Grup D dengan nilai empat.

”Kami sebenarnya berharap penampilan lebih melawan Bordeaux,” kata Yohan Cabaye, gelandang Newcastle. ”Hal yang penting bisa memetik tiga poin, tetapi kini penting juga berkonsentrasi untuk tampil di Liga Primer (Inggris) lawan Manchester United (MU) hari Minggu.”

Tottenham, yang baru saja memukul MU melalui penampilan fantastis di Liga Inggris, dibuat frustrasi Panathinaikos dan harus puas dengan skor kacamata 1-1.

Mereka unggul dulu melalui sundulan bek Michael Dawson menit ke-35, tetapi kebobolan lewat gol striker Spanyol Toche, menit ke-77. Itu hasil imbang kedua tim asuhan Andre Villas-Boas yang menempatkan mereka di urutan ketiga klasemen.

Kejutan terjadi di Grup I saat Sparta Praha melibas runner-up Liga Europa musim lalu, Athletic Bilbao, 3-1. Bilbao kini menjadi juru kunci klasemen setelah belum pernah mencatat kemenangan dari dua laga pertama. Pada laga lain di grup itu, Videoton (Hongaria) menang telak 3-0 atas Sporting.

Molde, yang dilatih mantan striker MU Ole Gunnar Solskjaer, menundukkan klub Jerman, VfB Stuttgart, 2-0, melalui gol Jo Inge Berget dan Daniel Chima. Inter Milan menikmati kemenangan mudah 3-1 di kandang Neftchi (Azerbaijan) berkat gol Philippe Coutinho, Joel Obi, dan Marko Livaja. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau