Rizal dan Subhan Bertarung Ketat, Berakhir Imbang

Kompas.com - 07/10/2012, 02:32 WIB

Serdang Bedagai, Kompas - Pertarungan sengit antara dua pereli peringkat teratas Indonesia, Rizal Sungkar dan Subhan Aksa, mewarnai persaingan di hari pertama Reli Medan yang menjadi seri ketiga Kejuaraan Nasional di Rambong Sialang, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Sabtu (6/10). Bagaikan dua jawara yang sama saktinya, kedua pereli nasional itu saling mengalahkan di sepanjang lomba dan mengakhirinya dengan hasil sama kuat. 

Pada etape khusus atau special stage (SS) pertama, Subhan yang mengendarai Mitsubishi Evolution X langsung melaju paling awal. Lintasan yang kering memungkinkan Subhan mengembangkan kecepatan di lintasan yang lurus. 

Namun, di medan yang berbukit dan bertikungan tajam, Subhan justru mengatur kecepatan karena ada setelan suspensi yang kurang mendukung. Kondisi itu dimanfaatkan oleh Rizal untuk memacu mobilnya dengan sangat cepat. 

Adik dari pereli senior Rifat Sungkar itu tidak mengurangi kecepatan saat menikung. Mobil Subaru N12 yang dikendarai Rizal tidak mengalami masalah apa pun. Manuver pun dapat dilakukan dalam kondisi licin. 

Rizal akhirnya menjadi yang tercepat di SS1 dengan waktu 17 menit 31 detik atau unggul 7 detik dari Subhan. 

Masalah suspensi masih membelit Subhan di SS kedua. Kondisi lintasan yang berbukit dan berlembah memaksa para pereli untuk jeli kapan harus melintasi bukit dengan melayang dan kapan harus mengurangi kecepatan agar ban tetap menjejak di jalan tanah. 

Subhan tidak dapat melaju cepat karena suspensinya membuat laju mobil terganggu. Sebaliknya, Rizal terus memacu mobilnya untuk memperlebar selisih waktu dengan Subhan. 

Usaha Rizal kembali berhasil dan dia memperlebar selisih waktu dari Subhan dari 7 detik menjadi 18 detik.

”Mobil saya dalam kondisi baik sehingga dapat dipacu dalam kecepatan tinggi. Lintasan sangat licin dan menantang, tetapi semua dapat diatasi,” kata Rizal. 

Seusai SS2, Subhan meminta penggantian suspensi dengan yang lebih keras. Ban kering yang digunakan juga diganti dengan ban super kering agar daya lekatnya lebih baik. 

Hade Mboi, navigator Subhan, mengatakan, pergantian suspensi dan ban diperlukan agar Subhan dapat memacu mobil dengan lebih cepat sehingga bisa memangkas selisih waktu. 

Strategi pergantian suku cadang itu ternyata tepat. Di SS ketiga, Subhan mampu memacu mobilnya dengan sangat cepat. Bahkan, Subhan lebih berani dalam menerjang gundukan dan sedikit melayang di lintasan yang berbukit. 

Rizal juga kembali memacu mobilnya dengan sangat cepat. Hasilnya, keduanya mencatat waktu yang sama, yakni 13 menit 13 detik. 

Di SS keempat, yang menggunakan lintasan yang sama dengan SS1, Subhan benar-benar tampil luar biasa. Tikungan tajam dan lintasan berbukit dilibasnya dengan kecepatan tinggi sehingga para penonton bertepuk tangan. 

Secara ajaib, Subhan mencatat waktu 16 menit 51 detik atau 47 detik lebih cepat dari catatan waktu di SS1 meskipun jaraknya sama. Rizal juga lebih cepat 21 detik dari catatan waktunya pada SS1. 

Namun, catatan waktu Subhan di SS4 lebih cepat 18 detik dari Rizal. Dengan demikian, total catatan waktu Subhan dan Rizal menjadi sama, yaitu satu jam dua menit 47 detik sehingga keduanya sama-sama menempati posisi puncak.

”Setelah penggantian suspensi dan ban, mobil terasa lebih baik dan kami melaju sangat cepat. Dengan hasil ini, peluang kami menjuarai Reli Medan sangat terbuka,” kata Subhan, yang baru saja memesan tambahan suspensi baru dari Jakarta. 

Posisi ketiga ditempati oleh pereli Medan, Ijeck, yang terpaut satu menit 47 detik dari Subhan dan Rizal. Posisi keempat dan kelima juga ditempati pereli Medan, Roby Harahap dan Dade Nasution. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau