Serdang Bedagai, Kompas
Pada etape khusus atau special stage (SS) pertama, Subhan yang mengendarai Mitsubishi Evolution X langsung melaju paling awal. Lintasan yang kering memungkinkan Subhan mengembangkan kecepatan di lintasan yang lurus.
Namun, di medan yang berbukit dan bertikungan tajam, Subhan justru mengatur kecepatan karena ada setelan suspensi yang kurang mendukung. Kondisi itu dimanfaatkan oleh Rizal untuk memacu mobilnya dengan sangat cepat.
Adik dari pereli senior Rifat Sungkar itu tidak mengurangi kecepatan saat menikung. Mobil Subaru N12 yang dikendarai Rizal tidak mengalami masalah apa pun. Manuver pun dapat dilakukan dalam kondisi licin.
Rizal akhirnya menjadi yang tercepat di SS1 dengan waktu 17 menit 31 detik atau unggul 7 detik dari Subhan.
Masalah suspensi masih membelit Subhan di SS kedua. Kondisi lintasan yang berbukit dan berlembah memaksa para pereli untuk jeli kapan harus melintasi bukit dengan melayang dan kapan harus mengurangi kecepatan agar ban tetap menjejak di jalan tanah.
Subhan tidak dapat melaju cepat karena suspensinya membuat laju mobil terganggu. Sebaliknya, Rizal terus memacu mobilnya untuk memperlebar selisih waktu dengan Subhan.
Usaha Rizal kembali berhasil dan dia memperlebar selisih waktu dari Subhan dari 7 detik menjadi 18 detik.
”Mobil saya dalam kondisi baik sehingga dapat dipacu dalam kecepatan tinggi. Lintasan sangat licin dan menantang, tetapi semua dapat diatasi,” kata Rizal.
Seusai SS2, Subhan meminta penggantian suspensi dengan yang lebih keras. Ban kering yang digunakan juga diganti dengan ban super kering agar daya lekatnya lebih baik.
Hade Mboi, navigator Subhan, mengatakan, pergantian suspensi dan ban diperlukan agar Subhan dapat memacu mobil dengan lebih cepat sehingga bisa memangkas selisih waktu.
Strategi pergantian suku cadang itu ternyata tepat. Di SS ketiga, Subhan mampu memacu mobilnya dengan sangat cepat. Bahkan, Subhan lebih berani dalam menerjang gundukan dan sedikit melayang di lintasan yang berbukit.
Rizal juga kembali memacu mobilnya dengan sangat cepat. Hasilnya, keduanya mencatat waktu yang sama, yakni 13 menit 13 detik.
Di SS keempat, yang menggunakan lintasan yang sama dengan SS1, Subhan benar-benar tampil luar biasa. Tikungan tajam dan lintasan berbukit dilibasnya dengan kecepatan tinggi sehingga para penonton bertepuk tangan.
Secara ajaib, Subhan mencatat waktu 16 menit 51 detik atau 47 detik lebih cepat dari catatan waktu di SS1 meskipun jaraknya sama. Rizal juga lebih cepat 21 detik dari catatan waktunya pada SS1.
Namun, catatan waktu Subhan di SS4 lebih cepat 18 detik dari Rizal. Dengan demikian, total catatan waktu Subhan dan Rizal menjadi sama, yaitu satu jam dua menit 47 detik sehingga keduanya sama-sama menempati posisi puncak.
”Setelah penggantian suspensi dan ban, mobil terasa lebih baik dan kami melaju sangat cepat. Dengan hasil ini, peluang kami menjuarai Reli Medan sangat terbuka,” kata Subhan, yang baru saja memesan tambahan suspensi baru dari Jakarta.
Posisi ketiga ditempati oleh pereli Medan, Ijeck, yang terpaut satu menit 47 detik dari Subhan dan Rizal. Posisi keempat dan kelima juga ditempati pereli Medan, Roby Harahap dan Dade Nasution.