JAKARTA, KOMPAS.com - Selama 35 tahun bukan periode yang pendek, apalagi untuk suatu pengabdian. Fauzi Bowo telah melalui periode panjang tersebut di lingkup Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Maka, ia pun layak diantar ratusan warga Jakarta kepada simbol purna tugas, kediaman pribadi keluarganya.
"Ini kejutan manis di akhir masa jabatan saya," ujar Fauzi di depan ratusan pendukung yang mengantarnya hingga ke depan rumah pribadinya, Jalan Teuku Umar No 24 Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2012) sore.
Sosok pria berkumis ini tergolong orang paling berpengalaman di lingkungan Kebon Sirih, tempat pusat pemerintahan DKI berada. Sejak tahun 1977 ia telah mulai menapaki karier sebagai pegawai negeri sipil. Jabatan demi jabatan diraihnya hingga ke posisi puncak pemerintahan pada 2007 lalu.
Kisah sukses dalam karier sebagai birokrat layak didapatkan suami Sri Hartati (59) itu jika menyimak latar belakang pendidikan yang telah ditempuhnya. Ia lebih dari sekadar gambaran ideal "tukang insinyur" dalam kisah sinetron terkenal "Si Doel Anak Sekolahan".
Fauzi adalah seorang "Doktor Insinyur" lulusan Jerman. Lebih tepatnya, Fauzi adalah penyandang titel Doktor Ingenieur dari Fachbereich Architektur/Raum Und Umweltplanung-Baungenieurwesen Universitat Kaiserlautern Republik Federasi Jerman.
Berbekal pengetahuan dalam bidang perencanaan kota dan wilayah, Foke, sapaan Fauzi, menjadi salah seorang warga asli Jakarta yang diharapkan bisa membangun Ibukota sekaligus menciptakan kenyamanan dan kesejahteraan bagi warga Jakarta. Posisi-posisi strategis telah dirambah ayah tiga anak itu sejak tahun 1979 dengan jabatan Pelaksana Tugas Kepala Biro Kepala Daerah DKI.
Dua jabatan utama di lingkup pemprov sudah diduduki pula. Sekretaris Wilayah Daerah ditempatinya dari tahun 1998 hingga 2002. Lima tahun berikutnya dilalui Foke sebagai DKI-2 mendampingi Gubernur Sutiyoso.
Dengan segudang pengalaman itu, Fauzi sukses memenangkan pilihan rakyat pada Pilkada langsung pertama di DKI pada 2007. Ia terpilih sebagai gubernur didampingi Prijanto sebagai wakilnya.
"Hampir 40 tahun saya bekerja untuk kota Jakarta," ucap Foke di depan pendukungnya.
Pengabdian selama puluhan tahun sang "Doktor Insinyur" dinilai sudah cukup. Sebanyak 2.472.130 suara pemilih pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung pada Kamis (20/9/2012) menghendaki perubahan kepemimpinan.
Pilihan 53,82 persen suara warga dari 4.592.945 pemilih yang telah menyalurkan hak pilihnya itu mengantar Foke ke pengujung kariernya di lingkungan Kebon Sirih. Ia legawa menerima pilihan tersebut.
"Kita semua kader demokrasi. Karena itu kita harus hormati proses demokrasi! Yang menang Pilkada Jakarta kemarin itu adalah rakyat Jakarta. Selamat buat rakyat Jakarta," pesan Foke sebelum memasuki gerbang kediamannya.
Pada kesempatan itu, Foke juga menunjukkan jatidirinya sebagai warga Jakarta sejati. Kenangan manis yang diberikan para pendukungnya disambutnya dengan ikrar untuk terus mengantar Jakarta menuju kota yang lebih baik. Foke berjanji akan tetap memperhatikan warganya dari luar lingkaran pemprov.
"Perjuangan ini tidak ada akhirnya karena Jakarta membutuhkan itu. Perjuangan ini tidak akan selesai hingga akhir hayat," janji Foke.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang