Sakit Gigi Bisa Merembet ke Serangan Jantung

Kompas.com - 08/10/2012, 07:55 WIB

TANYA :

Dok Citra, saya pernah mendengar ada penelitian para ahli yang menyebutkan bahwa kesehatan gigi dan gusi juga berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah dan jantung.  Bila gigi berlubang dan gusi tidak sehat, maka hal itu akan dapat memicu serangan jantung bahkan stroke.  Benarkah demikian? Bagaimana penjelasannya gigi atau gusi yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit jantung?  Terima kasih atas penjelasannya.

(Nurul, 22, Jakarta)

JAWAB :

Hai Nurul, pertanyaannya bagus sekali.

Apa yang anda baca memang benar, kesehatan gigi dan gusi berkaitan erat dengan timbulnya berbagai penyakit di bagian tubuh lain. Misalnya penyakit jantung dan stroke.

Menurut penelitian terbaru yang tercantum pada jurnal internasional kedokteran gigi bulan September 2012 lalu, disebutkan ada hubungan antara peradangan jaringan pendukung gigi (periodontitis) dengan penyakit jantung. Hal ini dibuktikan melalui penelitian pada pasien yang menderita periodontitis,ternyata juga memiliki mediator radang yang ada pada penyakit jantung.

Penelitian lainnya, yang disampaikan pada Forum Ilmiah Periodontist Eropa di Austria bulan Juni 2012 lalu, menyimpulkan bahwa bakteri Porphyromonas gingivalis yang terdapat pada kondisi periodontitis dapat merangsang produksi sitokin. Sitokin ini tidak hanya berperan dalam terjadinya periodontitis, namun juga menimbulkan penyumbatan pembuluh darah yang berpengaruh ke jantung.

Jurnal lain menyebutkan, bahwa pasien dengan gigi berlubang, penyakit gusi, penyakit jaringan pendukung gigi, serta memiliki sisa akar yang belum dicabut, dapat menyebabkan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung.

Mekanisme singkatnya, bagaimana penyakit gigi dan gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke adalah sebagai berikut. Ketika gusi mengalami suatu peradangan, maka bakteri gram negatif mengeluarkan endotoksin (Lipopolisakarida). Endotoksin tersebut akan melewati sirkulasi darah selama kita melakukan aktivitas normal pada rongga mulut, seperti mengunyah, sikat gigi, dll.

Hal ini dapat mempercepat timbulnya efek negatif pada jantung dan pembuluh darah. Selanjutnya bakteri tersebut akan menimbulkan agregasi platelet, yang berkontribusi terhadap pembentukan thrombus dan thromboembolism yang merupakan penyebab utama stroke.

Oleh karena itu, tidak bosan-bosannya saya sebagai Dokter Gigi selalu mengingatkan para pasien untuk menjaga kesehatan rongga mulutnya. Sederhana saja, dengan menyikat gigi setelah sarapan pagi, setelah makan siang, dan sebelum tidur malam dengan teknik yang tepat, serta sikat gigi yang tepat. Tidak lupa gunakan benang gigi jika memang diperlukan.

Pembersihan karang gigi dengan rutin, juga salah satu kunci untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Segala lubang gigi yang ada harus ditambal dan sisa akar gigi yang masih ada juga harus dicabut.

Demikian Nurul, semoga penjelasannya bermanfaat.

Salam gigi sehat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau