Bentrokan terjadi ketika pengunjuk rasa berupaya mendekat ke tempat pertemuan Merkel dan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras di pusat kota
Beberapa demonstran membawa poster yang isinya meminta Merkel pergi. Mereka menyalahkan Merkel dan Jerman karena memaksa Yunani memangkas anggaran besar-besaran sebagai syarat untuk menerima dana talangan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
”Anda tidak diharapkan di sini, Enyahlah Imperialis,” demikian bunyi salah satu spanduk. Bahkan, sebuah tabloid menurunkan karikatur yang menggambarkan Merkel seperti Adolf Hitler.
Banyak pemimpin Eropa menghindari kunjungan resmi ke Yunani karena khawatir sambutan warga yang tak bersahabat. Namun, Merkel yang negaranya merupakan kontributor terbesar dana talangan Eropa berani menerima undangan Samaras.
Kunjungan Merkel ke Yunani sebenarnya untuk memberikan pesan bahwa Jerman mendukung Yunani keluar dari krisis. Namun, Merkel juga menyiratkan Jerman tidak akan mengucurkan dana lagi selain yang telah menjadi komitmen sebelumnya.
Ekonom Martin Koehring dari Unit Intelijen Ekonomis mengatakan, Merkel ingin menegaskan lagi komitmennya dalam membantu Yunani dan membuat sinyal bahwa dia mendukung pemerintahan koalisi Samaras.
”Kunjungan Merkel tampaknya menegaskan bahwa selain ada solidaritas dari rekan-rekan di Uni Eropa, tekanan terhadap implementasi penghematan fiskal dan reformasi strukturan tidak akan mereda,” katanya lagi.
”Dia bagaikan menuangkan bensin ke atas api,” kata Vana Koronaiou, seorang pemilik toko yang menjual tas buatan Jerman di dekat alun-alun Syntagma.
Sementara itu, pertemuan menteri keuangan Uni Eropa di Luksemburg memutuskan, para kreditor internasional memberikan batas waktu kepada Yunani hingga 18 Oktober untuk mengimplementasikan reformasi. Implementasi ini diperlukan agar Yunani dapat menerima dana talangan tahap selanjutnya.
”Kami menekankan bahwa sebelum pengucuran dana talangan selanjutnya Yunani harus dengan jelas memperlihatkan komitmen untuk mengimplementasikan program-program secara penuh. Selain itu, ada 89 aksi prioritas yang seharusnya diimplementasikan pada Maret lalu, hingga 18 Oktober mendatang,” ujar Jean-Claude Juncker, ketua Eurogrup atau kumpulan menteri keuangan Eropa.
Hal yang termasuk prioritas antara lain adalah privatisasi aset utama dan reformasi dalam pasar tenaga kerja. ”Kami gembira dengan kemajuan yang dicapai Yunani,” kata Juncker. Hal itu harus diselesaikan sebelum Uni Eropa mengucurkan dana talangan tahap selanjutnya.
Yunani akan mendapat dana talangan sebesar 31,5 miliar euro, bagian dari paket dana talangan tahap kedua sebesar 130 miliar euro. Akhir pekan lalu, Samaras mengatakan negaranya tidak sanggup lagi menelan pil pahit. Jika kucuran dana talangan sebesar 31,5 miliar euro tersebut tidak segera diberikan, kas negara akan kosong pada November 2012.(AP/AFP/Reuters/joe)