Merkel Disambut Unjuk Rasa

Kompas.com - 10/10/2012, 03:15 WIB

ATHENA, Selasa - Kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Athena, Yunani, Selasa (9/10), disambut ribuan pemrotes yang turun ke jalan. Para pemrotes sempat bentrok dengan polisi. Ini adalah kunjungan pertama Merkel ke Yunani sejak krisis utang membelit Eropa.

Bentrokan terjadi ketika pengunjuk rasa berupaya mendekat ke tempat pertemuan Merkel dan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras di pusat kota Athena. Mereka menembus barikade sambil melemparkan batu ke polisi. Polisi membalas dengan melemparkan gas air mata.

Beberapa demonstran membawa poster yang isinya meminta Merkel pergi. Mereka menyalahkan Merkel dan Jerman karena memaksa Yunani memangkas anggaran besar-besaran sebagai syarat untuk menerima dana talangan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).

”Anda tidak diharapkan di sini, Enyahlah Imperialis,” demikian bunyi salah satu spanduk. Bahkan, sebuah tabloid menurunkan karikatur yang menggambarkan Merkel seperti Adolf Hitler.

Banyak pemimpin Eropa menghindari kunjungan resmi ke Yunani karena khawatir sambutan warga yang tak bersahabat. Namun, Merkel yang negaranya merupakan kontributor terbesar dana talangan Eropa berani menerima undangan Samaras.

Kunjungan Merkel ke Yunani sebenarnya untuk memberikan pesan bahwa Jerman mendukung Yunani keluar dari krisis. Namun, Merkel juga menyiratkan Jerman tidak akan mengucurkan dana lagi selain yang telah menjadi komitmen sebelumnya.

Ekonom Martin Koehring dari Unit Intelijen Ekonomis mengatakan, Merkel ingin menegaskan lagi komitmennya dalam membantu Yunani dan membuat sinyal bahwa dia mendukung pemerintahan koalisi Samaras.

”Kunjungan Merkel tampaknya menegaskan bahwa selain ada solidaritas dari rekan-rekan di Uni Eropa, tekanan terhadap implementasi penghematan fiskal dan reformasi strukturan tidak akan mereda,” katanya lagi.

”Dia bagaikan menuangkan bensin ke atas api,” kata Vana Koronaiou, seorang pemilik toko yang menjual tas buatan Jerman di dekat alun-alun Syntagma.

Tunjukkan komitmen

Sementara itu, pertemuan menteri keuangan Uni Eropa di Luksemburg memutuskan, para kreditor internasional memberikan batas waktu kepada Yunani hingga 18 Oktober untuk mengimplementasikan reformasi. Implementasi ini diperlukan agar Yunani dapat menerima dana talangan tahap selanjutnya.

”Kami menekankan bahwa sebelum pengucuran dana talangan selanjutnya Yunani harus dengan jelas memperlihatkan komitmen untuk mengimplementasikan program-program secara penuh. Selain itu, ada 89 aksi prioritas yang seharusnya diimplementasikan pada Maret lalu, hingga 18 Oktober mendatang,” ujar Jean-Claude Juncker, ketua Eurogrup atau kumpulan menteri keuangan Eropa.

Hal yang termasuk prioritas antara lain adalah privatisasi aset utama dan reformasi dalam pasar tenaga kerja. ”Kami gembira dengan kemajuan yang dicapai Yunani,” kata Juncker. Hal itu harus diselesaikan sebelum Uni Eropa mengucurkan dana talangan tahap selanjutnya.

Yunani akan mendapat dana talangan sebesar 31,5 miliar euro, bagian dari paket dana talangan tahap kedua sebesar 130 miliar euro. Akhir pekan lalu, Samaras mengatakan negaranya tidak sanggup lagi menelan pil pahit. Jika kucuran dana talangan sebesar 31,5 miliar euro tersebut tidak segera diberikan, kas negara akan kosong pada November 2012.(AP/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau