Penambang Rusak Tanggul Lahar Dingin Merapi

Kompas.com - 11/10/2012, 10:14 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Aktivitas penambangan pasir menggunakan alat berat di alur Sungai Bebeng, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, semakin marak. Padahal, Pemerintah Kabupaten Magelang hanya mengijinkan penambangan manual.

Namun, para penambang itu terlihat tak peduli dan terus mengeruk tanggul sayap yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Hal tersebut membuat warga sekitar semakin resah. Pasalnya, mereka mengeruk pasir dekat dengan jembatan yang dilalui banyak orang.

Sugianto, salah satu warga setempat, menceritakan, penambang alat berat sudah sejak lama. Sedangkan, aktivitas menambang pasir di tanggul mulai terjadi sejak Rabu (10/10/2012) kemarin. "Sebelumnya mereka menambang di sungai kemudian naik dan mengambil pasir di tanggul," kata Sugianto.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebuah alat berat mengeruk tanggul pasir dan kemudian menaikkannya ke dalam belasan bak truk yang sudah mengantre. Pengerukan itu, kata Sugianto, mengakibatkan deposit pasir di dalam sungai menjadi habis sehingga tanggul penahan lahar dingin pun ikut dikeruk.

"Ini tentu membahayakan lingkungan, apalagi jika banjir lahar dingin. Selain itu membuat para penambang manual kehilangan pekerjaan. Selama ini tidak ada penegakan hukum yang tegas," tandasnya.

Namun demikian, warga tidak berani menegur karena sebagian dari penambang merupakan warga setempat. Selain itu diduga ada keterlibatan aparat pemerintah dalam praktik ini. Warga cuma berupaya menentang kondisi itu dengan menggandeng para penambang manual di sekitar sungai lereng Merapi ini melakukan aksi unjuk rasa.

Menanggapi hal ini, Camat Srumbung Agus Purgunanto menjelaskan, pemerintah tidak pernah mengijinkan penambangan alat berat. Sesuai Perbup Nomor 1 Tahun 2011 Pemkab Magelang hanya mengijinkan penambangan manual. "Apa pun alasannya, sejak awal kami melarang alat berat menambang di wilayah Kecamatan Srumbung," kata Agus. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau