Jakarta, Kompas -
Di luar 2.000 tamu undangan, ada sekitar 5.000-7.000 orang dari relawan Jokowi-Basuki yang menyatakan akan hadir dalam pelantikan tersebut.
Sebanyak 2.004 personel pun siap mengamankan pelaksanaan pelantikan pada 15 Oktober.
Selain 2.004 personel dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, Dinas Perhubungan DKI juga mengerahkan 50-60 petugas untuk mengatur jalan di sekitar gedung DPRD.
Petugas akan disebar di 13 titik guna mengantisipasi membeludaknya massa yang hadir saat pelantikan. Jika diperlukan, ruas Jalan Kebon Sirih akan ditutup.
Kemarin, Jumat (12/10), DPRD DKI Jakarta menggelar geladi kotor di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI, tempat pelantikan akan dilangsungkan. Beberapa anggota staf DPRD DKI Jakarta berlatih jadi pimpinan Dewan, menteri dalam negeri, gubernur dan wakil gubernur terpilih, juga mantan gubernur dan mantan wakil gubernur.
Sekretaris DPRD DKI Jakarta Mangara Pardede memastikan semua persiapan berjalan dengan baik.
”Kami adakan geladi kotor hari ini dan geladi bersih sehari sebelum pelantikan agar semua berjalan dengan lancar. Apalagi, pelantikan akan dihadiri sampai 2.000 orang,” katanya.
Mangara memastikan semua undangan sudah terdistribusi. Sampai sejauh ini, Mangara mengakui tak menemui kendala terkait persiapan pelantikan.
Ruang Rapat Paripurna DPRD mulai dihias dengan dekorasi bendera Merah Putih panjang. Beberapa petugas tampak menyiapkan sistem suara dan tempat duduk. Belasan polisi tampak berjaga-jaga di ruang tersebut.
Sebanyak 850 tamu undangan, termasuk pers, akan berada di dalam Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI. Tamu undangan selebihnya disebar di lobi, lantai tiga, dan halaman gedung DPRD DKI Jakarta.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta warga untuk menyaksikan pelantikan dari layar kaca. Ada sembilan stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut.
Tempat kerja gubernur dan wakil gubernur DKI, menurut Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Eko Haryadi, sudah siap dipakai. Namun, secara resmi belum ada kepastian di mana gubernur dan wakil gubernur akan menggunakan tempat kerjanya.
Selama ini, mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo menempati
Tidak hanya tempat kerja, rumah dinas gubernur dan wakil gubernur pun sudah disiapkan. Ketika menjabat sebagai gubernur, Fauzi Bowo menempati rumah dinas di Jalan Taman Suropati, Nomor 7.
Ada rumah dinas lain yang bisa ditempati gubernur dan wakil gubernur DKI. Rumah itu ada di Jalan Denpasar, Kuningan, yang sebelumnya ditempati mantan Wakil Gubernur Prijanto; rumah dinas di Jalan Besakih yang selama ini ditempati Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan; dan rumah dinas Jalan Satrio yang selama ini tidak dipakai.
”Kami belum menerima pemberitahuan resmi gubernur dan wakil gubernur terpilih akan menempati rumah yang mana. Yang penting semua sudah siap dipakai,” kata Eko.