Pemerintahan

Ribuan Relawan Jokowi-Basuki Akan Hadiri Pelantikan

Kompas.com - 13/10/2012, 03:49 WIB

Jakarta, Kompas - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta mulai mempersiapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, yang akan digelar 15 Oktober ini.

Di luar 2.000 tamu undangan, ada sekitar 5.000-7.000 orang dari relawan Jokowi-Basuki yang menyatakan akan hadir dalam pelantikan tersebut.

Sebanyak 2.004 personel pun siap mengamankan pelaksanaan pelantikan pada 15 Oktober.

Selain 2.004 personel dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, Dinas Perhubungan DKI juga mengerahkan 50-60 petugas untuk mengatur jalan di sekitar gedung DPRD.

Petugas akan disebar di 13 titik guna mengantisipasi membeludaknya massa yang hadir saat pelantikan. Jika diperlukan, ruas Jalan Kebon Sirih akan ditutup.

Kemarin, Jumat (12/10), DPRD DKI Jakarta menggelar geladi kotor di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI, tempat pelantikan akan dilangsungkan. Beberapa anggota staf DPRD DKI Jakarta berlatih jadi pimpinan Dewan, menteri dalam negeri, gubernur dan wakil gubernur terpilih, juga mantan gubernur dan mantan wakil gubernur.

Sekretaris DPRD DKI Jakarta Mangara Pardede memastikan semua persiapan berjalan dengan baik.

”Kami adakan geladi kotor hari ini dan geladi bersih sehari sebelum pelantikan agar semua berjalan dengan lancar. Apalagi, pelantikan akan dihadiri sampai 2.000 orang,” katanya.

Mangara memastikan semua undangan sudah terdistribusi. Sampai sejauh ini, Mangara mengakui tak menemui kendala terkait persiapan pelantikan.

Ruang Rapat Paripurna DPRD mulai dihias dengan dekorasi bendera Merah Putih panjang. Beberapa petugas tampak menyiapkan sistem suara dan tempat duduk. Belasan polisi tampak berjaga-jaga di ruang tersebut.

Ruangan terbatas

Sebanyak 850 tamu undangan, termasuk pers, akan berada di dalam Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI. Tamu undangan selebihnya disebar di lobi, lantai tiga, dan halaman gedung DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta warga untuk menyaksikan pelantikan dari layar kaca. Ada sembilan stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut.

Tempat kerja

Tempat kerja gubernur dan wakil gubernur DKI, menurut Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Eko Haryadi, sudah siap dipakai. Namun, secara resmi belum ada kepastian di mana gubernur dan wakil gubernur akan menggunakan tempat kerjanya.

Selama ini, mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo menempati lantai dua kantor Balaikota Jakarta. Kantor tersebut sebenarnya untuk tempat kerja wakil gubernur. Namun, ketika Fauzi Bowo terpilih sebagai gubernur tahun 2007, dia tidak berpindah tempat kerja.

4 pilihan rumah dinas

Tidak hanya tempat kerja, rumah dinas gubernur dan wakil gubernur pun sudah disiapkan. Ketika menjabat sebagai gubernur, Fauzi Bowo menempati rumah dinas di Jalan Taman Suropati, Nomor 7.

Ada rumah dinas lain yang bisa ditempati gubernur dan wakil gubernur DKI. Rumah itu ada di Jalan Denpasar, Kuningan, yang sebelumnya ditempati mantan Wakil Gubernur Prijanto; rumah dinas di Jalan Besakih yang selama ini ditempati Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan; dan rumah dinas Jalan Satrio yang selama ini tidak dipakai.

”Kami belum menerima pemberitahuan resmi gubernur dan wakil gubernur terpilih akan menempati rumah yang mana. Yang penting semua sudah siap dipakai,” kata Eko. (FRO/NDY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau