Silahkan, Anda Boleh Melanggar "Aturan"!

Kompas.com - 15/10/2012, 08:56 WIB

KOMPAS.com - Desain interior sebenarnya merupakan perpaduan apik antara ilmu pengetahuan dan seni. Ia memadukan seni yang begitu ekspresif dengan aturan-aturan kaku demi fungsi, kepraktisan, dan penampilan ruangan yang menyenangkan.

Aturan tersebut baik untuk diikuti, mengingat ada "tujuan mulia" yang biasanya memudahkan Anda sendiri di rumah. Namun, tidak semua aturan desain harus dilakoni. Karena sebetulnya, ada "pakem-pakem" yang dapat Anda langgar.

Toh, pada akhirnya, Andalah yang mendekor rumah Anda sendiri. Maka, apapun ingin dilakukan, semua berpulang pada putusan Anda. Singkatnya, terserah Anda!

Pilihan warna

Biasanya, Anda dituntut untuk "memajang" sebuah atau beberapa warna menonjol di dalam ruangan. Sekarang, cobalah menggunakan warna apapun yang Anda suka tanpa terpaksa menonjolkan sebuah warna mencolok.

Misalnya, apakah Anda penggemar warna hitam? Nicky Hilton sudah mencoba di rumahnya di West Hollywood, AS. Untuk mengakali warna yang terkesan flat ini, Hilton mengkombinasikan corak dan tekstur tertentu. Ia menggunakan kulit, bulu sintetis, Lucite, dan kayu.

Selain itu, biasanya langit-langit dan lantai berwarna gelap "wajib" dikontraskan dengan perabotan berwarna terang. Padahal, Anda dapat mencoba menggunakan perabotan yang juga berwarna gelap.

Jika segan melakukan hal ini, pastikan Anda melakukannya hanya untuk ruangan yang mendapat banyak cahaya matahari. Namun, tidak ada salahnya juga mencoba menggunakan warna gelap untuk ruangan gelap. Walaupun riskan menjadi sarang nyamuk, perabotan berwarna gelap di ruang gelap dapat membuat ruangan tersebut nyaman sebagai tempat istirahat.

Tema yang "kaku"

Jika Anda "dipaksa" untuk hanya menggunakan satu tema yang sama dalam rumah Anda, coba pikirkanlah kembali. Penyanyi rapper Drake mengkombinasikan dekorasi goa di kolam renangnya dengan suasana diskotik. Apakah ini aneh? Unik?

Selama sang pemilik menyukainya, mengapa tidak? Karena sebenarnya, Anda dapat mencampuradukkan tema apapun. Anda hanya perlu memastikan, ada "benang merah" di antara semua perabotan tersebut. Tujuannya, agar ruangan Anda tidak terkesan terpisah-pisah.

Pilihan perabotan

Setiap ruangan umumnya sudah memiliki perabotan "wajib". Misalnya, ruang tamu yang identik dengan sofa. Jika Anda memiliki ruang tamu berukuran kecil, mengapa harus memaksakan diri? Anda dapat menggunakan beberapa kursi-kursi unik dan cantik di ruang tamu.

Kebiasaan

Terakhir, Anda harus berani "melanggar aturan" yang ada hanya karena aturan itu disebut kebiasaan. Misalnya, Anda merasa tidak menyukai vitrase. Tentu saja, Anda tak perlu menggunakannya di balik gorden rumah Anda.

Jadi, jika merasa rumah Anda lebih cocok memiliki jendela tanpa gorden sama sekali, ya lepaskan saja! Entah, mungkin karena jendela Anda sekaligus berfungsi sebagai pintu atau struktur rumah tampak cantik dan Anda ingin memamerkannya, Anda tak perlu memaksa memajang sesuatu hanya karena terbiasa menggunakannya.

(Sumber: http://www.dwelement.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau