Ada Pelajaran Positif dari Pilkada DKI

Kompas.com - 16/10/2012, 13:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta telah selesai dilakukan. Proses itu ditutup secara manis dengan pelantikan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Atas itu semua, proses pilkada dinilai memuaskan dan mendapat banyak apresiasi. Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Sri Budi Eko Wardani mengatakan, banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berikutnya yang akan bekerja setelah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) selesai. Salah satinya adalah bagaimana cara meningkatkan jumlah pemilih yang datang dan memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara.

"Apresiasi untuk warga DKI yang antusias dengan pilkada ini. Antusias dan persentase pemilihnya ada peningkatan dibanding pilkada sebelumnya," kata Dani dalam diskusi evaluasi penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2012).

Dani menjelaskan, data terakhir yang diperolehnya menunjukkan 66 persen warga yang terdaftar sebagai pemilih di pilkada kali ini memberikan hak suaranya di tempat pemilihan. Jumlah tersebut sedikit lebih baik ketimbang Pilkada 2007, yang hanya mampu menyedot 65 persen suara pemilih. "Ini relatif baik dari kondisi daerah lain, meski target KPU awalnya membidik 70 persen warga datang dan menggunakan hak pilihnya," ucap Dani.

Di tempat yang sama, peneliti dari LIPI, Siti Zuhro, menyampaikan apresiasi serupa. Namun, kali ini apresiasi ia tujukan khusus untuk KPUD dan Panwaslu DKI yang menjalankan proses pilkada lebih baik dari Pilkada 2007. Salah satunya ditunjukkan dengan tidak memihak pada pasangan calon gubernur tertentu.

Di luar itu, wanita yang akrab disapa Wiwik tersebut menilai banyaknya jumlah pasangan calon gubernur dalam Pilkada DKI tahun ini juga sebagai bukti konkret baiknya pelaksanaan pemilihan. Hal itu ditunjukkan dengan hadirnya dua pasang calon gubernur non partai (independen).

"Jelas ada perubahan yang berkesinambungan. Contohnya, kita punya pasangan calon yang lebih banyak dan KPUD atau Panwaslu DKI yang tidak memihak, tidak saling salip, sehingga koordinasi dapat berjalan baik," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau