Jokowi Kaget Kopaja Renta Masih Beroperasi

Kompas.com - 17/10/2012, 17:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan segera meremajakan Kopaja di Jakarta. Ia mengaku kaget melihat kondisi bus Kopaja banyak yang berumur sudah renta.

Dalam peninjauannya ke Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jokowi menyempatkan mengobrol dengan para sopir Kopaja dan mendengarkan keluhan mereka. Jokowi juga menemukan banyak bus Kopaja yang tidak layak beroperasi namun tetap dioperasikan mengangkut penumpang.

Oleh karena itu, Jokowi berniat melakukan peremajaan terhadap bus Kopaja yang sudah tidak layak beroperasi itu. Peremajaan itu akan dilakukan oleh Jokowi demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

"Kalau diremajakan, busnya bagus, speedometer-nya bagus, baru keamanannya. Keamanan penumpang terjamin," kata Jokowi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Ia sangat menyayangkan hal tersebut, mengingat Jakarta adalah Ibu Kota negara, tapi masih memiliki Kopaja yang berumur belasan sampai bahkan puluhan tahun.

"Ada yang 15 tahun 30 tahun, itu bahaya loh. Rem saja enggak ada, speedometer enggak ada terus gimana? Ya, harus peremajaan," kata Jokowi.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kepala Dinas terkait peremajaan Kopaja yang memerlukan anggaran.

"Tidak tahu nanti dengan pola hibah atau pola subsidi, tapi harus diberi, termasuk itu nanti dirumuskan. Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk dirumuskan," kata Jokowi.

Oleh sebab itu, dikatakannya, dengan pola hibah, pola subsidi, sehingga tidak membebani masyarakat.

"Sopirnya juga harus di-upgrade, perbaiki biar ada tambahan kesejahteraan," kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Angkutan Umum Jakarta (Kopaja) Nanang Basuki mengatakan, saat ini memang banyak armada Kopaja yang kondisinya memprihatinkan dan perlu diremajakan. Sebab dikhawatirkan jika dibiarkan beroperasi maka akan membahayakan keselamatan bagi penumpangnya.   

Dalam catatan Nanang, saat ini seluruh armada Kopaja yang ada sebanyak 1.479 unit. Dari jumlah tersebut, 70 persen armada di antaranya usianya sudah di atas 15 tahun, namun tetap beroperasi.   

"Kami juga berkeinginan dilakukan peremajaan. Namun kalau dilakukan oleh Kopaja sendiri jelas tidak mungkin, perlu ada bantuan dari Pemprov DKI dan perbankan. Kami berharap, jika terjadi peremajaan maka pola yang diterapkannya berupa hibah," kata Nanang.

Berita terkait lainnya dapat diikuti di Topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau