Hempstead, Selasa
Debat yang berlangsung di Universitas Hofstra ini disiarkan langsung lewat CNN. Romney tidak kalah percaya diri. Dia tetap mencoba meyakinkan bahwa dia bukanlah mantan Presiden AS George W Bush, pendahulu Obama yang dinilai merusak reputasi AS di dalam negeri dan internasional.
Mereka berdua disodori pertanyaan soal kesempatan kerja, imigran, dan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satu hadirin diberi kesempatan untuk menanyakan bagaimana Obama meyakinkan pemilih bahwa dia layak terpilih lagi. Satu orang lagi bertanya apa yang membedakan Romney dari Bush.
Romney tetap menekankan, dia akan menjadi presiden yang bisa membangkitkan AS. Romney juga konstan mencecar Obama soal angka pengangguran yang tinggi dalam empat tahun terakhir.
Dia mencecar Obama soal perekonomian yang lesu dan defisit anggaran pemerintah yang membesar di bawah pemerintahan Obama. Romney menuduh Obama lembek terhadap China dan tidak menekan China, yang memanipulasi kurs yuan sehingga mampu mencekoki AS dengan produk murah. Obama juga dituduh lamban berkomentar soal serangan militan ke kantor Konsulat AS di Benghazi, Libya.
Romney mengatakan, Obama adalah orang yang jago debat, tetapi dari catatan empat tahun terakhir terbukti tidak memperbaiki lapangan kerja, tidak berhasil menurunkan harga BBM, tak berhasil memperbaiki nasib warga AS dan semakin bertambah warga yang hidup dengan santunan pemerintah.
Obama melakukan serangan balik. Ia mengatakan, keadaan pahit ekonomi sudah dia warisi sejak menjabat sebagai Presiden AS tahun 2008. Obama menyebutkan masalah yang muncul bagi AS adalah warisan kebijakan masa lalu.
Obama mengatakan, dalam empat tahun terakhir, dia mencoba membereskan perekonomian. Obama mengingatkan, Kongres AS yang dikuasai Partai Republik selalu menghambat perubahan undang-undang, terutama soal kenaikan pajak. Menurut Obama, Romney orang yang baik, tetapi semua janji dan ucapan Romney juga harus diwaspadai.
Obama menuduh Romney tak punya strategi jelas untuk membangkitkan AS, bahkan Romney ia tuduh akan membawa AS kembali ke masa lalu yang buruk.
Obama juga menyudutkan Romney yang mengatakan China menyedot pekerjaan tetapi Romney sendiri termasuk yang mendorong pemindahan bisnis AS ke China.
Romney enggan terjebak dalam debat soal ini. Namun, debat kali ini berlangsung panas dan minimal dua kali kedua pihak saling tekan secara langsung, antara lain soal pengeboran minyak dan soal serangan Konsulat AS di Benghazi.
Para analis memberi pujian kepada Obama, tetapi mengingatkan pertarungan jauh dari selesai. ”Partai Republik akan kecewa karena Romney tidak berhasil melumpuhkan Obama,” kata Linda Fowler, profesor ahli pemerintahan dari Dartmouth College.
Hasil jajak pendapat CBS memperlihatkan 37 persen suara menyatakan Obama unggul dan 30 suara untuk Romney. Jajak pendapat CNN/ORC International memperlihatkan suara 46 persen mengatakan Obama unggul dan 39 persen menyatakan Romney unggul.