Debat capres as

Obama Tampil Meyakinkan

Kompas.com - 18/10/2012, 05:20 WIB

Hempstead, Selasa - Presiden AS Barack Obama tampil meyakinkan dalam debat calon presiden kedua menjelang pemilu, yang berlangsung di Hempstead, New York, Selasa (16/10) malam waktu setempat. Obama tak berhenti menyerang capres Partai Republik, Mitt Romney.

Debat yang berlangsung di Universitas Hofstra ini disiarkan langsung lewat CNN. Romney tidak kalah percaya diri. Dia tetap mencoba meyakinkan bahwa dia bukanlah mantan Presiden AS George W Bush, pendahulu Obama yang dinilai merusak reputasi AS di dalam negeri dan internasional.

Mereka berdua disodori pertanyaan soal kesempatan kerja, imigran, dan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satu hadirin diberi kesempatan untuk menanyakan bagaimana Obama meyakinkan pemilih bahwa dia layak terpilih lagi. Satu orang lagi bertanya apa yang membedakan Romney dari Bush.

Romney tetap menekankan, dia akan menjadi presiden yang bisa membangkitkan AS. Romney juga konstan mencecar Obama soal angka pengangguran yang tinggi dalam empat tahun terakhir.

Dia mencecar Obama soal perekonomian yang lesu dan defisit anggaran pemerintah yang membesar di bawah pemerintahan Obama. Romney menuduh Obama lembek terhadap China dan tidak menekan China, yang memanipulasi kurs yuan sehingga mampu mencekoki AS dengan produk murah. Obama juga dituduh lamban berkomentar soal serangan militan ke kantor Konsulat AS di Benghazi, Libya.

Romney mengatakan, Obama adalah orang yang jago debat, tetapi dari catatan empat tahun terakhir terbukti tidak memperbaiki lapangan kerja, tidak berhasil menurunkan harga BBM, tak berhasil memperbaiki nasib warga AS dan semakin bertambah warga yang hidup dengan santunan pemerintah.

Serang balik

Obama melakukan serangan balik. Ia mengatakan, keadaan pahit ekonomi sudah dia warisi sejak menjabat sebagai Presiden AS tahun 2008. Obama menyebutkan masalah yang muncul bagi AS adalah warisan kebijakan masa lalu.

Obama mengatakan, dalam empat tahun terakhir, dia mencoba membereskan perekonomian. Obama mengingatkan, Kongres AS yang dikuasai Partai Republik selalu menghambat perubahan undang-undang, terutama soal kenaikan pajak. Menurut Obama, Romney orang yang baik, tetapi semua janji dan ucapan Romney juga harus diwaspadai.

Obama menuduh Romney tak punya strategi jelas untuk membangkitkan AS, bahkan Romney ia tuduh akan membawa AS kembali ke masa lalu yang buruk.

Obama juga menyudutkan Romney yang mengatakan China menyedot pekerjaan tetapi Romney sendiri termasuk yang mendorong pemindahan bisnis AS ke China.

Romney enggan terjebak dalam debat soal ini. Namun, debat kali ini berlangsung panas dan minimal dua kali kedua pihak saling tekan secara langsung, antara lain soal pengeboran minyak dan soal serangan Konsulat AS di Benghazi.

Obama unggul

Para analis memberi pujian kepada Obama, tetapi mengingatkan pertarungan jauh dari selesai. ”Partai Republik akan kecewa karena Romney tidak berhasil melumpuhkan Obama,” kata Linda Fowler, profesor ahli pemerintahan dari Dartmouth College.

Hasil jajak pendapat CBS memperlihatkan 37 persen suara menyatakan Obama unggul dan 30 suara untuk Romney. Jajak pendapat CNN/ORC International memperlihatkan suara 46 persen mengatakan Obama unggul dan 39 persen menyatakan Romney unggul.

(AP/AFP/REUTERS/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau