Wakapolri Pulang Ditolak Mahasiswa Unpam

Kompas.com - 18/10/2012, 13:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakapolri Komjen Nanan Sukarna datang ke Kampus Universitas Pamulang (Unpam) karena diundang pihak universitas. Namun, karena penolakan mahasiswa Unpam berujung ricuh, Nanan pun balik badan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, karena aksi tersebut, Nanan terpaksa meninggalkan lokasi sebelum kuliah umum tersebut selesai.

"Kami sangat menyayangkan adanya kericuhan demikian karena pihak Unpam sendiri yang mengundang Wakapolri untuk mengisi kuliah umum di kampus tersebut," terangnya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/10/2012).

Demo tersebut tadinya berlangsung dengan tertib sebelum berubah menjadi ricuh. Untuk mengatasi kericuhan tersebut, sejumlah petugas didatangkan untuk menggiring para mahasiswa kembali ke kampus.

"Namun, saat digiring kembali, para mahasiswa malah melempari kantor Polsek Pamulang yang terletak tepat di kampus tersebut," Rikwanto menguraikan.

Akibatnya, jendela Polsektro Pamulang mengalami kerusakan dan seorang petugas terkena lemparan batu. Tak hanya melempari kantor Polsektro Pamulang, mahasiswa juga menyasar sejumlah kendaraan, termasuk mobil Ford Ranger yang mengawal Wakapolri dan mobil Soluna milik petugas Polsektro Pamulang.

Sejumlah anggota Brimob dan Polsektro Pamulang mengalami luka ringan. Korban di antaranya Aipda Supeno yang terluka di bagian tulang kering, Aida Samsudin terluka di kepala sebelah kiri, Brigadir Suyana yang patah jari kelingkingnya, Briptu Sulistiyo luka di dagu, dan Briptu Dedi luka di mata sebelah kiri.

Sementara seorang mahasiswa, Jundi Fajrin, juga terluka di bagian kepala.

"Sampai saat ini petugas masih menjaga agar para mahasiswa tetap berada di dalam kampus," pungkas Rikwanto.

Ia juga tak menampik kemungkinan penyelidikan terhadap kemungkinan demonstrasi ini telah direncanakan sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau