JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi Rumah Susun Sementara Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terlihat tidak terawat. Banyak jendela tanpa kaca. Padahal, rusunawa itu sudah berdiri sejak 2007.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun mengaku tidak mengerti kenapa bisa sampai tidak terawat seperti itu bangunannya.
"Ya enggak ngerti. Dulu yang bangun tuh siapa di sini, jangan tanya saya. Saya ini hanya menyelesaikan masalah-masalah yang ada sekarang. Kalau yang sudah dulu, saya enggak mau bicara karena memang barangnya sudah ada kayak begini," kata Jokowi di Rusunawa Marunda, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Menurut Jokowi, yang diperlukan dalam sebuah pemerintahan itu adalah manajemen kontrol.
"Sekarang, kekurangannya itu di dalam sebuah pemerintahan manajemen kontrolnya lemah, ya jadinya seperti ini," kata Jokowi.
Namun, Jokowi tidak mau berprasangka bahwa pihak pemerintah daerah selama ini tidak mengurusi rusunawa tersebut.
"Saya enggak mikirlah itu dari pusat atau dari pemda. Intinya, semuanya mau saya perbaikilah. Saya tidak mau melihat ke belakang lagi, saya melihat ke depan. Saya enggak mau ngejelek-jelekin, saya mau memperbaiki. Sudah itu saja," kata Jokowi.
Setelah Jokowi meninjau rusunawa itu, ia menemukan banyak sekali permasalahan-permasalahan simpel yang selalu terjadi di rusunawa itu.
"Jendela-jendelanya sudah banyak yang copot, pintunya copot karena enggak dipakai. Wah banyak sekali," ujar Jokowi.
Jokowi, yang datang meninjau didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo, mengimbau kepada dinas yang terkait untuk segera memperbaiki rusunawa itu. Tampak beberapa kali Jokowi berbincang dengan Novizal dalam tinjauan itu.
"Oleh sebab itu, saya sudah perintahkan ini segera semuanya diperbaiki, kemudian masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat segera masuk sini," kata Jokowi.
Masyarakat yang dapat menempati rusunawa pun, dikatakan oleh Jokowi, sebaiknya diberikan subsidi penuh.
"Segera masyarakat nempatin di sini, kalau perlu diberikan subsidi penuh sehingga semuanya berbondong-bondong ke sini. Entah digratisin dulu tiga tahun atau lima tahun enggak apa-apa, yang penting penuh dulu daripada itu coba uang negara, uang rakyat, tapi pintunya enggak ada, catnya mengelupas semua, udah lima tahun enggak dipakai," papar Jokowi.
Sementara itu, saat ditanyakan terkait anggaran yang akan dipergunakan untuk pembiayaan perbaikan Rusunawa Marunda, Jokowi mengatakan, perbaikan itu hanya membutuhkan dana yang tidak besar.
"Kalau hanya untuk mengecat ya murah, hanya perbaikan yang bocor-bocor itu murah. Memang yang diperlukan adalah hanya controlling," ujar Jokowi.
Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang