JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih mencari teman koalisi dalam Pilgub Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada 2013 mendatang. Kedua partai ini tidak memiliki kursi yang cukup untuk mencalonkan sendiri sehingga harus menggandeng partai lain untuk mengusung calon gubernur yang ditetapkan partai.
"Pilkada Jawa Barat sampai sekarang posisi Gerindra serius mempertimbangkan Teten Masduki menjadi calon gubernur, tapi keseriusan kita terhadap figur ini belum bisa direalisasikan karena kursi kita hanya delapan di Jawa Barat," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Kamis (18/10/2012), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Muzani menjelaskan bahwa untuk bisa memajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat paling tidak harus memiliki 15 kursi. Saat ini, Gerindra sudah menetapkan bahwa partainya mengusung penggiat antikorupsi, Teten Masduki, sebagai calon gubernur.
Untuk meloloskan pencalonan Teten ini, Gerindra pun mulai melirik partai lain. Salah satunya adalah PDI-P. "Kami dorong partai lain untuk juga dorong Teten, salah satunya PDIP. Komunikasi kami dengan Teten intensif dan Tetennya juga serius. Dari sisi ini, kami tidak bertepuk sebelah tangan. Masalahnya, bagaimana kita bisa dapatkan tujuh kursi berikutnya," ujar Muzani.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid juga mengaku mulai melakukan penjajakan dengan berbagai pihak, termasuk partai politik lain. PKS sudah menetapkan akan mengusung Ahmad Heryawan menjadi bakal calon gubernur Jawa Barat. Oleh karena itu, PKS menggalang untuk mencari kandidat wakil di luar PKS.
"Komunikasi sudah dilakukan. Sudah ada pihak yang berkomunikasi, proses sudah digodok, dan PKS akan berkoalisi ataupun dengan yang lain. Artinya, calon wakil gubernur bukan kader dari PKS opsinya masih terbuka," ujar Hidayat.
Hidayat enggan menjelaskan partai yang telah melakukan komunikasi dengan PKS. Namun, terkait bakal calon wakil itu, PKS ingin sosok yang berasal dari kalangan partai, TNI, ataupun Polri.
"Saya lebih cenderung tidak membuka nama itu. Kalaupun membuka nama, biarlah yang mempunyai otoritas nama itu. Jadi, saya tahu sudah ada komunikasi, partai lain sudah, berkomunkasi TNI, Polri pun ada," ujarnya.
Sama seperti Gerindra, kursi PKS di DPRD Jawa Barat juga tidak mencukupi untuk mencalonkan sendiri sehingga koalisi adalah harga mati untuk keduanya. "Jelas ada dari partai lain karena kursi perlu tambah satu kursi kan. Artinya, memang ini kepastian," papar Hidayat.
Ikut perkembangan berita seputar Pemilihan Gubernur Jawa Barat di topik "Jelang Pilgub Jabar"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang