Longsor di Banyumas

Kompas.com - 19/10/2012, 04:25 WIB

BANYUMAS, KOMPAS - Bencana tanah longsor terjadi di perbukitan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dalam sepekan, dua peristiwa bencana alam itu telah menimbun dua rumah. Pemerintah daerah setempat menyatakan, dari 27 kecamatan di wilayah ini, 26 di antaranya berpotensi terjadi tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Yunianto, Kamis (18/10), mengatakan, kejadian longsor terakhir menimpa satu rumah milik Muhlisin, warga Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok. Kejadian yang terjadi Rabu malam itu juga merusak tiga kolam ikan dan saluran irigasi. Laporan yang diterima BPBD, rumah tersebut tertimpa longsoran tebing setinggi 12 meter dan lebar 50 meter.

Sebelumnya, longsor juga terjadi di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Senin lalu, menimpa satu rumah Rapin (50), salah satu warga. Warga yang tinggal di sekitar areal longsoran tersebut khawatir terjadi longsor susulan karena struktur bukit sudah tidak stabil dan rawan gugur saat dilanda hujan deras.

Menurut Yunianto, tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa itu. Namun, warga diimbau meningkatkan kewaspadaannya karena tiga hari terakhir Banyumas diguyur hujan lebat pada malam hingga dini hari.

Data BPBD Banyumas menyebutkan, dari 27 kecamatan di Banyumas, 26 di antaranya berpotensi terjadi longsor. Hanya Kecamatan Purwokerto Utara yang tidak termasuk daerah rawan longsor. Longsor paling rawan terjadi di Banyumas bagian timur, terutama di Somagede.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Banyumas Cahyono menambahkan, kecamatan lain yang rawan longsor adalah Ajibarang, Cilongok, Baturraden, Pekuncen, Gumelar, dan Kedungbanteng.

Banjir

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serayu Citanduy Kasmono mengatakan, pihaknya telah membuat jadwal piket pemantauan banjir di empat kabupaten, termasuk Banyumas. Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, wilayah Jateng bagian selatan saat ini mulai muncul petir dan hujan lebat.

Sementara itu, banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis malam. Banjir dipicu hujan deras disertai angin yang turun selama satu jam lebih sejak pukul 17.00.

Beberapa kawasan permukiman penduduk dan jalan utama di Kota Pontianak tergenang air hujan akibat parit dan selokan meluap atau tersumbat. Ini banjir besar sepanjang musim kemarau ini di Kalimantan Barat.

Di Kalimantan Tengah, pelaksanaan hujan buatan berakhir kemarin. Hasilnya cukup baik menurunkan jumlah titik panas. Selanjutnya, hujan buatan dikonsentrasikan di Kalimantan Selatan.

Di Jember, Jawa Timur, awal musim hujan selalu disertai angin kencang.

(GRE/AHA/SIR/BAY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau