Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Yunianto, Kamis (18/10), mengatakan, kejadian longsor terakhir menimpa satu rumah milik Muhlisin, warga Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok. Kejadian yang terjadi Rabu malam itu juga merusak tiga kolam ikan dan saluran irigasi. Laporan yang diterima BPBD, rumah tersebut tertimpa longsoran tebing setinggi 12 meter dan lebar 50 meter.
Sebelumnya, longsor juga terjadi di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Senin lalu, menimpa satu rumah Rapin (50), salah satu warga. Warga yang tinggal di sekitar areal longsoran tersebut khawatir terjadi longsor susulan karena struktur bukit sudah tidak stabil dan rawan gugur saat dilanda hujan deras.
Menurut Yunianto, tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa itu. Namun, warga diimbau meningkatkan kewaspadaannya karena tiga hari terakhir Banyumas diguyur hujan lebat pada malam hingga dini hari.
Data BPBD Banyumas menyebutkan, dari 27 kecamatan di Banyumas, 26 di antaranya berpotensi terjadi longsor. Hanya Kecamatan Purwokerto Utara yang tidak termasuk daerah rawan longsor. Longsor paling rawan terjadi di Banyumas bagian timur, terutama di Somagede.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Banyumas Cahyono menambahkan, kecamatan lain yang rawan longsor adalah Ajibarang, Cilongok, Baturraden, Pekuncen, Gumelar, dan Kedungbanteng.
Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serayu Citanduy Kasmono mengatakan, pihaknya telah membuat jadwal piket pemantauan banjir di empat kabupaten, termasuk Banyumas. Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, wilayah Jateng bagian selatan saat ini mulai muncul petir dan hujan lebat.
Sementara itu, banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis malam. Banjir dipicu hujan deras disertai angin yang turun selama satu jam lebih sejak pukul 17.00.
Beberapa kawasan permukiman penduduk dan jalan utama di Kota Pontianak tergenang air hujan akibat parit dan selokan meluap atau tersumbat. Ini banjir besar sepanjang musim kemarau ini di Kalimantan Barat.
Di Kalimantan Tengah, pelaksanaan hujan buatan berakhir kemarin. Hasilnya cukup baik menurunkan jumlah titik panas. Selanjutnya, hujan buatan dikonsentrasikan di Kalimantan Selatan.
Di Jember, Jawa Timur, awal musim hujan selalu disertai angin kencang.
(GRE/AHA/SIR/BAY)