Transportasi

Pusat Akan Bantu Melanjutkan Proyek Monorel

Kompas.com - 19/10/2012, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Proyek monorel di Provinsi DKI Jakarta akan dilanjutkan. Proyek ini sempat terhenti tahun 2007 karena masalah pendanaan. Ketika itu, pelaksana proyek sudah membangun tiang pancang. Sebagian tiang itu kini kondisinya semakin buruk.

Kepastian kelanjutan proyek ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama setelah bertemu pimpinan sejumlah badan usaha milik negara, Jumat (19/10/2012).

Tahap awal proyek ini akan dikembangkan di tiga jalur dengan dana pemerintah pusat. Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanamkan saham pada konsorsium yang dipimpin Adhikarya.

"Pertemuan tadi membicarakan tentang komitmen meneruskan proyek monorel. Desainnya akan diubah ke pusat-pusat ekonomi. Diharapkan di Jakarta tiga tahun ke depan monorel dapat beroperasi di tiga jalur," tutur Basuki.

Pembangunan proyek monorel dilakukan dengan pola kerja sama dalam bentuk konsorsium. Konsorsium itu dipimpin Adhikarya yang terdiri dari BUMN lain, seperti PT Telkom, PT Lembaga Elektronika Nasional, dan PT Industri Kereta Api. Ada beberapa perusahaan BUMD, kata Basuki yang juga ikut dalam konsorsium tersebut.

"Pemerintah DKI Jakarta tidak mampu membangun sendiri monorel, perlu bantuan pusat. Ke depan kita akan membangun smart city," tutur Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau