KEDIRI, KOMPAS.com - Massa gabungan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia dan beberapa organisasi kemasyarakatan pemuda Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (22/10/2012), memprotes pemerintah setempat yang telah mencabut baliho mereka yang berisi seruan peringatan Sumpah Pemuda.
Mereka memprotesnya dengan mendatangi gedung Balai Kota Kediri yang terletak di jalan Basuki Rahmad, untuk menemui langsung wali kota. Mereka menganggap pencabutan baliho itu sebagai bentuk buruknya pelayanan pemerintah pada masyarakat, terutama para pemuda.
Mereka juga berpendapat bahwa pencopotan tersebut sebagai bentuk diskriminasi. Sebab, baliho lain bergambar wali kota Kediri malah banyak beredar di penjuru kota. Oleh sebab itu para pemuda ini mendesak pemerintah melalui Satpol PP untuk mengembalikan baliho yang telah dicabut itu ke tempatnya semula.
"Jika tidak dikembalikan, kita akan memboikot pelaksanaan upacara sumpah pemuda di balai kota nanti," kata Umamul Khoir, ketua KNPI dalam pernyataan sikapnya di balai kota.
Dalam aksi itu massa sempat bersitegang dengan Sekretaris Kota Kediri Agus Wahyudi yang menemui mereka. Hal itu terjadi setelah Agus mengatakan bahwa pencopotan baliho KNPI dilakukan karena dipasang di tempat yang seharusnya steril dari reklame.
"Sepanjang jalan itu steril dari reklame, nggak boleh. Selain itu pemasangan baliho ada mekanisme dan prosedurnya," tandas Agus Wahyudi kepada massa KNPI dan ormas lainnya.
Massa membantahnya karena sebelumnya tidak ada sosialisasi sterilisasi itu. Massa juga mengatakan bahwa sebelumnya di tempat yang sama itu juga banyak ditemukan reklame. Namun demikian, sebelum situasi lebih memanas, pemerintah akhirnya menyetujui dan memerintahkan Satpol PP untuk memasangnya kembali hingga pelaksanaan peringatan Sumpah Pemuda nanti. Massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang