Jakarta, Kompas -
Persoalan itu dibicarakan Joko Widodo bersama Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Radjab di Polda Metro Jaya, Senin (22/10).
”Saya ke sini membicarakan masalah kemacetan dan keamanan, khususnya kemacetan lalu lintas. Tadi, selain ada Kapolda, ada juga Wakapolda dan Direktur Lalu Lintas,” kata Jokowi, demikian biasa disapa, seusai bertemu sekitar satu jam dengan Untung S Radjab.
Jokowi juga berharap jajaran Polda Metro Jaya dan jajaran Pemprov DKI dapat bersama- sama mengatasi kemacetan arus lalu lintas di Jakarta. ”Semua bus yang berhenti sembarangan atau kendaraan yang ngetem seenaknya, jadi akan mikir-mikir lagi,” kata Jokowi.
Untuk itu, Gubernur juga meminta usulan detail dari Kapolda bagaimana melahirkan kebijakan yang tepat terkait kelalulintasan di Ibu Kota.
”Kira-kira apa juga yang bisa kami dukung sehingga Polda Metro bisa mengerakkan atau mengerahkan semua aparatnya bersama-sama dengan kami, mengurai beberapa titik kemacetan,” paparnya.
Jokowi berkeyakinan, penyempurnaan manajemen lalu lintas, termasuk perbaikan dan penyempurnaan marka-marka jalan, bisa mengurangi kemacetan lalu lintas sekitar 20-30 persen dari kemacetan yang ada
Namun, ia belum mengungkapkan kapan pelaksanaan perbaikan atau penyempurnaan marka itu akan dilakukan. Perbaikan marka jalan merupakan wewenang Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen (Pol) Sudjarno menambahkan, dalam pertemuan itu, Gubernur dan Kapolda juga saling memberi informasi dan masukan dalam penanganan lalu lintas dan keamanan di Jakarta.
”Ada beberapa masukan dari Kapolda dan juga ada masukan dari Pak Gubernur, yang saling mengisi,” ujarnya.
Polda antara lain mendukung rencana Pemprov DKI untuk merevitalisasi kendaraan umum, seperti metromini, dengan menukar dua bus menjadi satu bus. ”Ini tentu akan mengurangi
Sebelum meninggalkan Polda Metro Jaya, Sudjarno juga mengantar Jokowi meninjau Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.