Kelalulintasan

Manajemen Lalu Lintas Disempurnakan

Kompas.com - 23/10/2012, 03:33 WIB

Jakarta, Kompas - Dalam rangka mengatasi masalah kemacetan di DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak hanya akan mendorong penyediaan transportasi massal, tetapi juga mendorong penyempurnaan manajemen lalu lintas di lapangan, termasuk pengaturan lampu lalu lintas dan marka-marka jalan.

Persoalan itu dibicarakan Joko Widodo bersama Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Radjab di Polda Metro Jaya, Senin (22/10).

”Saya ke sini membicarakan masalah kemacetan dan keamanan, khususnya kemacetan lalu lintas. Tadi, selain ada Kapolda, ada juga Wakapolda dan Direktur Lalu Lintas,” kata Jokowi, demikian biasa disapa, seusai bertemu sekitar satu jam dengan Untung S Radjab.

Jokowi juga berharap jajaran Polda Metro Jaya dan jajaran Pemprov DKI dapat bersama- sama mengatasi kemacetan arus lalu lintas di Jakarta. ”Semua bus yang berhenti sembarangan atau kendaraan yang ngetem seenaknya, jadi akan mikir-mikir lagi,” kata Jokowi.

Untuk itu, Gubernur juga meminta usulan detail dari Kapolda bagaimana melahirkan kebijakan yang tepat terkait kelalulintasan di Ibu Kota.

”Kira-kira apa juga yang bisa kami dukung sehingga Polda Metro bisa mengerakkan atau mengerahkan semua aparatnya bersama-sama dengan kami, mengurai beberapa titik kemacetan,” paparnya.

Kurangi 30 persen

Jokowi berkeyakinan, penyempurnaan manajemen lalu lintas, termasuk perbaikan dan penyempurnaan marka-marka jalan, bisa mengurangi kemacetan lalu lintas sekitar 20-30 persen dari kemacetan yang ada sekarang.

Namun, ia belum mengungkapkan kapan pelaksanaan perbaikan atau penyempurnaan marka itu akan dilakukan. Perbaikan marka jalan merupakan wewenang Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Revitalisasi bus sedang

Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen (Pol) Sudjarno menambahkan, dalam pertemuan itu, Gubernur dan Kapolda juga saling memberi informasi dan masukan dalam penanganan lalu lintas dan keamanan di Jakarta.

”Ada beberapa masukan dari Kapolda dan juga ada masukan dari Pak Gubernur, yang saling mengisi,” ujarnya.

Polda antara lain mendukung rencana Pemprov DKI untuk merevitalisasi kendaraan umum, seperti metromini, dengan menukar dua bus menjadi satu bus. ”Ini tentu akan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan,” katanya.

Sebelum meninggalkan Polda Metro Jaya, Sudjarno juga mengantar Jokowi meninjau Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. (RTS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau