JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara berkonvoi menggunakan sepeda ontel dari Kampus STF Driyarkara di Rawa Sari, Jakarta Pusat menuju Istana Negara. Sebelum menuju Istana Negara, para mahasiwa ini juga berorasi di Gedung Sumpah Pemuda, Kramat, Jakarta Pusat.
Pantauan Kompas.com, aksi para mahasiswa yang terbilang unik ini menarik perhatian para pengguna jalan di sepanjang Jalan Kramat Raya hingga Jalan Medan Merdeka Utara, meskipun sedikit menyebabkan kemacetan. Mereka mengayuh sepeda sambil menyanyikan beberapa lagu kebangsaan. Dalam aksi ini hadir pula Rektor STF Driyarkara Simon Petrus Lili Tjahjadi.
"Memang ini kegiatan tahunan, kenapa kami naik sepeda? Kami namakan sepeda simpatik Sumpah Pemuda, ini agar masyarakat terlibat, dan tidak lupa denga sejarah, semangat para pemuda pejuang bangsa. Ini juga lebih kepada ajakan mari kita perjuangkan keadilan," kata Bagus, Koordinator lapangan dalam aksi ini.
Menurut Bagus, kelihatannya, ingatan pemerintah maupun masyarakat akan sejarah semakin mengikis. Budaya lupa ini tidak hanya terhadap sejarah tetapi juga terhadap berbagai masalah ketidakadilan di negeri ini. "Memang kami lihat pemerintah tidak memberikan respon yang signifikan. Tetapi lebih baik kami mengadakan aksi dari pada tidak sama sekali. Kami bersyukur masih ada kegiatan Kamisan. Nantinya kami mengajak untuk terlibat mengingatkan," kata Bagus.
Selain memperingati Sumpah Pemuda, para mahasiwa ini juga mengampanyekan gerakan Generasi Muda Menolak Lupa. "Selain menumbuhkan jiwa nasionalisme dan semangat sosial sebagai generasi muda Bangsa Indonesia. Kami juga ingin mengingatkan kepada publik dan pemerintah bahwa masih banyak kasus-kasus ketidakadilan di Tanah Air. Ini aksi Kamisan namanya," jelas Bagus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang