Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Gowes Menuju Istana

Kompas.com - 25/10/2012, 17:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara berkonvoi menggunakan sepeda ontel dari Kampus STF Driyarkara di Rawa Sari, Jakarta Pusat menuju Istana Negara. Sebelum menuju Istana Negara, para mahasiwa ini juga berorasi di Gedung Sumpah Pemuda, Kramat, Jakarta Pusat.

Pantauan Kompas.com, aksi para mahasiswa yang terbilang unik ini menarik perhatian para pengguna jalan di sepanjang Jalan Kramat Raya hingga Jalan Medan Merdeka Utara, meskipun sedikit menyebabkan kemacetan. Mereka mengayuh sepeda sambil menyanyikan beberapa lagu kebangsaan. Dalam aksi ini hadir pula Rektor STF Driyarkara Simon Petrus Lili Tjahjadi.

"Memang ini kegiatan tahunan, kenapa kami naik sepeda? Kami namakan sepeda simpatik Sumpah Pemuda, ini agar masyarakat terlibat, dan tidak lupa denga sejarah, semangat para pemuda pejuang bangsa. Ini juga lebih kepada ajakan mari kita perjuangkan keadilan," kata Bagus, Koordinator lapangan dalam aksi ini.

Menurut Bagus, kelihatannya, ingatan pemerintah maupun masyarakat akan sejarah semakin mengikis. Budaya lupa ini tidak hanya terhadap sejarah tetapi juga terhadap berbagai masalah ketidakadilan di negeri ini. "Memang kami lihat pemerintah tidak memberikan respon yang signifikan. Tetapi lebih baik kami mengadakan aksi dari pada tidak sama sekali. Kami bersyukur masih ada kegiatan Kamisan. Nantinya kami mengajak untuk terlibat mengingatkan," kata Bagus.

Selain memperingati Sumpah Pemuda, para mahasiwa ini juga mengampanyekan gerakan Generasi Muda Menolak Lupa. "Selain menumbuhkan jiwa nasionalisme dan semangat sosial sebagai generasi muda Bangsa Indonesia. Kami juga ingin mengingatkan kepada publik dan pemerintah bahwa masih banyak kasus-kasus ketidakadilan di Tanah Air. Ini aksi Kamisan namanya," jelas Bagus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau