Konflik suriah

Gencatan Senjata Tak Hentikan Baku Tembak

Kompas.com - 26/10/2012, 17:15 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Meski gencatan senjata Idul Adha sudah disepakati, pertempuran tetap terjadi di pinggiran Damaskus dan di sekitar basis angkatan darat di wilayah utara Suriah, Jumat (26/10/2012). Demikian pernyataan kelompok oposisi.

Di kota Harasta, dekat Damaskus, tembakan tank dan penembak jitu menewaskan sedikitnya tiga orang. Pemberontak di dekat perbatasan Turki mengatakan penembak jitu militer Suriah menewaskan seorang anggota pemberontak. Sementara sejumlah jurnalis mendengar suara tank yang terus bergerak.

"Kami tak percaya gencatan senjata bisa tercapai. Tak ada Idul Adha untuk pemberontak di garis depan. Satu-satunya IDul Adha bagi kami adalah kebebasan," kata Basel Eissa seorang komandan pemberontak, kepada Reuters.

Organisasi Pengamat HAM Suriah yang berbasis di London  mengatakan, pemberontak mencoba menyerang pangkalan angkatan darat Wadi al-Daif, yang terletak kurang dari satu kilometer dari jalan raya Damaskus-Aleppo.

Mengutip dari anggota kelompok oposisi, organisasi ini mengatakan, militer Suriah menembakkan enam roket ke distrik Khalidiya di kota Homs yang terkepung. Tembakan roket ini melukai dua orang dan menghancurkan sejumlah rumah.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengumumkan menerima usulan gencatan senjata selama empat hari untuk menghormati hari raya Idul Adha.

"Untuk menghormati Idul Adha, panglima angkatan bersenjata mengumumkan untuk menghentikan sementara semua operasi militer di seluruh wilayah Republik Arab Suriah, dimulai Jumat pagi hingga Senin," demikian pernyataan resmi Angkatan Darat Suriah.

Meski demikian, Angkatan Darat Suriah menegaskan tetap akan merespon dan membalas jika pemberontak tetap melakukan serangan.

Seorang komandan kelompok oposisi terbesar Free Syrian Army mengatakan para pejuangnya akan menghormati gencatan senjata ini. Namun, dia mendesak Presiden Assad memenuhi tuntutan pemberontak yaitu membebaskan ribuan tahanan politik.

Beberapa kelompok pejuang Islam, termasuk Nusra Front, mengabaikan gencatan senjata ini. Namun, setelah baku tembak sepanjang malam di Aleppo, Damaskus dan wilayah barat Suriah, aksi kekerasan mulai berkurang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau