Jalan-jalan

Menjemput Sore dengan Cokelat

Kompas.com - 27/10/2012, 03:27 WIB

Oleh Windoro Adi

Sekitar pukul 15.00, makanan dan minuman serba cokelat belgia itu disajikan di salah satu meja Kafe Brussels Spring. Lokasi kafe itu di Epicentrum Walk, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Pusat.

Sepiring serabi cokelat keju (choco cheese pancake), segelas cokelat avokad (avocado chocolate cake), minuman Frosen Chocolate, sepiring Choco Berry Waffle, dan beberapa potong Mix Chocolate Praline.

Serabi cokelat keju dari kafe ini diberi saus belgia dengan es krim cokelat, ditaburi keju, diolesi krim buah ceri, dan sepotong kue wafer di atasnya. Tampilannya jadi warna-warni, menggugah mata dan selera. Kue cokelat avokadnya diberi lelehan avokad kental, dihiasi buah ceri dan cokelat putih.

Frosen Chocolate menjadi minuman khas kafe ini dan menjadi sajian paling laris.

”Resepnya kami rahasiakan,” kata Sisnanto, supervisor kafe ini.

Choco Berry Waffle adalah yang berikutnya. Wafelnya krispi dengan potongan buah stroberi. Sajian ini dihiasi lelehan cokelat, keju, es krim vanila, saputan krim, buah ceri, dan potongan wafel.

Terakhir adalah empat potong cokelat Mix Chocolate Praline. Cokelat yang berbentuk kartu domino berasa vanila dan karamel, sedangkan yang berbentuk piramida berasa karamel. Potongan cokelat berbentuk bola berasa rum, sedangkan cokelat berbentuk kerang putih berasa hazelnut.

Harga sepotong Mix Chocolate Praline per 100 gram Rp 8.000-Rp 16.000. Harga kue cokelat avokad Rp 22.500, sedangkan harga Frosen Chocolate Rp 25.000. Harga Choco Berry Waffle Rp 37.500. ”Ini harga plus-plus, ya? Artinya belum termasuk pajak dan pelayanan,” tutur Sisnanto.

Kafe yang memiliki 100 kursi ini didirikan antara lain oleh kakak beradik Erwin dan Berth Melvin. Mereka mengawali usahanya di Bandung, Jawa Barat, lima tahun lalu. Tepatnya di Jalan Sumatera Nomor 30.

Satu setengah tahun lalu, mereka membuka cabang di Epicentrum Walk dan di Central Park Shopping Mall di Jalan Letjen S Parman Kav 28, Jakarta Barat.

”Pelanggan kami kebanyakan dari keluarga muda atau remaja. Sebagian kalangan remaja sering merayakan hari ulang tahun bersama teman-temannya di kafe ini,” tutur Sisnanto.

Kafe ini, lanjutnya, paling ramai dikunjungi pada jam makan siang dan sore hari pukul 15.00-17.00. Di hari biasa, kafe buka dari pukul 10.00-22.00, sedangkan di akhir pekan buka sampai pukul 23.00.

”Di Bandung, pengunjungnya jauh lebih banyak karena nama kafe ini cukup populer. Oleh karena itu, di sana kafe tutup pukul 23.00 di hari biasa, sedangkan di akhir pekan tutup pada pukul 24.00,” ujar Frans, Kepala Produksi Brussels Spring Belgian Chocoholic Delight.

Amerika dan Belanda

Kafe Deli di Hotel Media di Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 3, Jakarta Utara, juga mengundang tamunya di sore hari dengan bermacam sajian cokelat.

Kata salah seorang pekerja, Maryati, dari sekian banyak sajian cokelat, yang paling laris adalah kue cokelat—American Chocolate, Opera Cake, dan Chocolate Truffle.

American chocolate terdiri dari tepung, gula, mentega, cokelat, kacang kenari, dan stroberi. Kue Cokelat Opera dibuat berlapis-lapis.

Lapis pertama berbahan krim moka, lapis kedua berbahan cokelat krim padat, dan lapis terakhir berbahan telur-terigu-gula. Bagian atas kue ditaburi buah stroberi. Adapun Chocolate Truffle dicampur kacang kenari dan sirup rum.

Tamu penggemar cokelat ramai ke kafe ini pada sore hari. ”Umumnya mereka memesan jus jeruk seharga Rp 60.000 sebagai pendamping makan kue cokelat,” ujar Maryati.

Di Restoran bergaya bistro, Huize van Welly, minuman pendamping hidangan cokelat di sore hari adalah kopi hitam. Restoran yang berlokasi di Jalan Kemang Raya 45 AA, Jakarta Selatan, ini menyajikan bermacam sajian cokelat asal Belanda.

Berbeda dengan dua tempat sebelumnya, para pengunjung Huize van Welly umumnya adalah penggemar berat sajian cokelat yang berkantong tebal.

Harga setiap 100 gram, Rp 130.000. Harga seloyang kue cokelat President Cake Rp 483.000, sedangkan harga satu kantung paket termahal, Paket Truffee, mencapai Rp 759.000.

”Bermacam sajian cokelat di sini kami datangkan dari Belanda, dari rumah cokelat Huize van Welly di Noordwijk, Belanda. Jadi, maklum harga sajian cokelat impor kami lebih mahal,” papar Herlina Widowati, Kepala Cabang Huize van Welly.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau