Polda metro jaya

Putut Siap Mengikuti Langkah Jokowi

Kompas.com - 28/10/2012, 11:39 WIB

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Menjelang penempatan sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, mengaku siap mengikuti langkah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Dia menitipkan isu pengamanan Jawa Barat kepada penggantinya.

Hal itu diutarakan Putut usai upacara peringatan Sumpah Pemuda di Gedung Sate, Bandung, Minggu (28/10/2012). Putut bakal menggantikan Untung S Radjab selaku Kapolda Metro Jaya yang menjadi perwira tinggi di Mabes Polri menjelang dia pensiun.

"Sesuai ketentuan, polisi akan bersinergi dengan kepala daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Putut.

Joko Widodo sejak dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta dikenal dengan manuvernya yang lincah dalam mengunjungi beberapa titik di daerah.

Pejabat yang menggantikan Kapolda Jabar adalah Brigadir Jenderal Jodie Rooseto yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolda Lampung. Kepada pejabat yang menggantikannya, Putut berpesan untuk menangani isu antisipasi gangguan keamanan di daerah.

"Namun, saya optimistis bahwa pejabat yang baru akan memiliki inovasi dalam tugasnya," kata Putut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau