Puluhan Ribu PKL Jakarta Akan Ditampung di 20 Titik

Kompas.com - 29/10/2012, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menyediakan 20 titik lokasi untuk menampung puluhan ribu pedagang yang masuk dalam kategori pedagang kaki lima (PKL) non formal. Saat ini, wacana tersebut telah masuk dalam pembahasan DPRD DKI Jakarta bersama Badan Anggaran DPRD DKI.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengatakan, saat ini ada sekitar 92 ribu PKL di seluruh wilayah Jakarta. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 77 ribu pedagang masuk dalam kategori PKL non formal, yakni pedagang yang berada di luar pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Ada rencana untuk memfasilitasi para PKL di 20 titik. Rencananya mulai tahun depan," kata Rio kepada Kompas.com, Senin (29/10/2012), di gedung DPRD DKI Jakarta.

Akan tetapi, kata Rio, realisasi memberikan ruang berjualan pada 72 ribu PKL itu ditentukan oleh anggaran yang menyokongnya. Di lain sisi, RAPBD DKI untuk tahun depan masih terus dievaluasi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta jajarannya.

Di luar itu, kendala lain diprediksi juga akan muncul, yakni potret PKL di Ibu Kota yang berasal dari berbagai latar belakang, dan etnis. Menurut Rio, tanpa penanganan yang tepat hal itu akan menjadi sandungan saat program akan dieksekusi.

"Semua kan tergantung anggaran, kalau APBD diputuskan tidak molor. Setelah itu baru kita tentukan langkah untuk memberikan pemahaman pada para PKL di Jakarta yang sangat heterogen," ujarnya.

Rencananya, 20 titik yang akan menampung para PKL berbentuk berbagai ruang. Semisal pasar, atau pemberian lahan terbuka untuk dijadikan tempat berdagang.

"Bisa pasar, bisa juga kita beri lapangan. Itu soal teknis dan masih dibahas," ucap Rio.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau