NAIROBI, KOMPAS.com -- Kelompok hak-hak binatang mempublikasikan gambar dan video soal kematian ratusan monyet. Monyet-monyet itu dibunuh oleh peternakan pengembangbiakan monyet di Pulau Mauritius.
BUAV, kelompok hak-hak binatang ini, sebagaimana dikutip kantor berita AP, Senin (29/10/2012), monyet-monyet itu diternakkan untuk dijual ke sejumlah laboratorium sebagai binatang percobaan di Amerika Serikat dan Eropa. Monyet-monyet dibunuh karena sudah terlalu besar untuk dijual.
BUAV menegaskan, pembunuhan atas monyet-monyet tersebut dilakukan pada sebuah laboratorium yang disebut dengan Noveprim. Pihak Noveprim tidak menjawab telepon dan surat elektronik yang diikirim ke alamat mereka.
Pihak BUAV, Sarah Kite menegaskan, pembunuhan monyet itu sangat kejam dan bengis. Menurut Sarah, monyet-monyet itu sebaiknya dilepaskan di hutan.
Menurut BUAV, Mauritius mengekspor hingga 10.000 monyet per tahun ke berbagai laboratorium, terutama di AS dan Eropa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang