Bola voli

Pelatih Timnas Masih Diseleksi

Kompas.com - 30/10/2012, 04:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Kursus kepelatihan bola voli internasional level 2 FIVB berakhir, Sabtu (27/10). Pelatih dari Indonesia, Samsul Jais, meraih predikat pelatih terbaik untuk teori dan praktik, sedangkan Mohammad Ansori meraih sertifikat pelatih praktik terbaik.

Pelatih asal Spanyol, David Perez, mendapat hasil yang sama dengan Samsul, terbaik untuk teori. Dia juga menjadi peserta terbaik secara keseluruhan (best student) dalam kursus yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, itu.

Hasil ini menggembirakan sekaligus membuktikan pelatih Indonesia memiliki potensi setara dengan pelatih dari negara yang bola volinya maju. ”Ternyata ada pelatih kita yang menjadi pelatih terbaik. Bahkan, instruktur dari Jepang dan Thailand itu cukup kaget,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Heyzer Harsono, Senin.

Akan tetapi, pelatih terbaik dalam kursus ini ternyata tidak langsung dipilih menjadi pelatih tim nasional voli di SEA Games Myanmar 2013. Beberapa pelatih lulusan kursus ini masih akan diseleksi lagi dengan mencermati kriteria lain, seperti keberhasilan membawa klub memenangi satu kompetisi besar.

”Samsul Jais menjadi peserta terbaik teori dan praktik. Padahal, kursus dan ujian digelar dalam bahasa Inggris. Dia bagus. Namun, kriterianya tidak hanya itu. Pengalaman juga penting, dan itulah ujian sebenarnya di lapangan,” kata Heyzer.

Dia melanjutkan, Samsul kemungkinan besar akan dipilih menjadi asisten. Ansori yang lebih berpengalaman menjadi pelatih kepala.

”Ansori berhasil membawa tim Popsivo menjuarai Livoli dan Proliga. Itu nilai plusnya. Namun, nanti masih dilihat lagi bagaimana pelatih yang lainnya. Yang kami perlukan adalah pelatih putra dan putri serta asisten putra dan putri,” ujarnya.

Peserta kursus ini berjumlah 16 orang, 11 di antaranya dari Indonesia. Lima pelatih asing berasal dari Denmark, Spanyol, Italia, India, dan Qatar. Peserta dari Iran, Mesir, dan Afganistan mengundurkan diri karena berbagai alasan. FIVB menunjuk direktur kursus dari Jepang, Tatsuya Adachi, dan instruktur dari Thailand, Jaksuwan Tocharoen.

Kesempatan

Indonesia baru pertama kali ini melahirkan 11 pelatih bersertifikat level 2 internasional FIVB. Selama ini Indonesia baru memiliki para pelatih level 1 internasional dan lebih banyak lagi hanya bersertifikat nasional. Kursus 100 jam ini membuka kesempatan luas bagi para pelatih untuk mengasuh tim-tim besar dengan atlet-atlet terbaik.

Ansori akan melatih tim putri Popsivo Polwan dalam Kejuaraan Antarklub atau Livoli Divisi Utama yang dimulai 2 Desember 2012. Dia sebelumnya juga melatih Popsivo untuk Proliga.

”Untuk Livoli sudah pasti, tetapi untuk Proliga belum diputuskan,” kata Ansori.

Asisten pelatih tim Surabaya Samator, Sigit Ari Widodo, juga mendapat manfaat besar dari kursus ini. Selain ilmu dan wawasan bertambah, dia juga diminta melatih tim putri Gresik Petrokimia untuk Proliga 2013.

”Ketika seorang pelatih memiliki pengetahuan lebih, dia akan sangat percaya diri membawa timnya,” ujar Sigit. (IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau