JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno meminta jajarannya lebih dekat dengan masyarakat. Masalah kecil diharapkan bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah.
"Sama seperti di Jawa Barat, kita coba mendekati masyarakat dengan soft power yang merangkul semua pihak menggunakan pre-emptive measures, serta optimalisasi Babin Kamtibmas," jelas Putut di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/10/12).
Menurut Putut, dengan door-to-door system, Babin Kamtibmas akan menyambangi masyarakat untuk penyuluhan dan deteksi dini, sehingga memungkinkan pencegahan atas tindak-tindak kriminal.
"Patroli juga akan ditingkatkan dan sinergi dengan pimpinan daerah," ucapnya.
Adapun tolak ukur keberhasilan kebijakan tersebut adalah menurunnya tingkat kriminal.
"Masyarakat bisa sadar bahwa masalah kecil yang bisa diselesaikan di kelurahan, tidak harus diselesaikan di pengadilan. Misal pencurian ayam satu ekor Rp 50 ribu. Kalau diproses pengadilan biaya cukup tinggi. Alangkah indahnya diselesaikan secara musyawarah," papar Putut.
Putut juga menyatakan akan menjalin kerja sama dengan Joko Widodo selaku Gubernur DKI Jakarta.
"Namun bukan hanya gubernur, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat di Jakarta kita ajak dan rangkul bersama untuk ciptakan Jakarta yang aman," cetus Putut.
Oleh karena itu, dia meminta anggota Polda Metro Jaya bisa bekerja keras, disiplin dan berdedikasi seperti yang diberikan kepada Untung S Rajab. Putut juga menegaskan bahwa ia akan melanjutkan kebijakan yang dibuat oleh pendahulunya itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang