Penegasan jenderal bintang dua lulusan Akademi Kepolisian 1984 ini disampaikan setelah apel penghormatan pasukan pisah sambut Kepala Polda Metro Jaya di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (31/10) sore. Ia didampingi mantan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Radjab.
”Saya akan melanjutkan kebijakan beliau, yang mengedepankan fungsi binmas dan intelijen. Itu yang akan saya teruskan dan tingkatkan,” katanya.
Untung sebelumnya mengatakan, bertugas di Polda Metro Jaya itu ”ngeri-ngeri sedap” karena hampir setiap hari ada unjuk rasa. Untuk itu, yang pertama harus dilakukan adalah pembinaan personel polda. ”Pembinaan personel hendaknya menjadi lebih baik, operasional ditingkatkan, kemudian binmas juga ditingkatkan agar seluruh masyarakat bisa berpartisipasi terhadap keamanan di Jakarta,” kata Untung.
Putut Eko mengungkapkan, kegiatan binmas yang sudah dilaksanakan selama ini akan diteruskan. Anggota bintara pembina kamtibmas di tingkat kelurahan dan desa harus menyambangi, paling tidak dua rumah warga. ”Dengan demikian, kami bisa sentuh langsung masyarakat yang paling bawah. Bisa mengetahui masalah yang ada di tengah masyarakat. Sekaligus juga kami optimalkan fungsi deteksi dini. Kalau sudah mendapatkan informasi, kami bisa melakukan cegah dini,” katanya.
Dengan begitu, masalah kecil yang seharusnya bisa diselesaikan di tingkat kelurahan/desa benar-benar bisa diselesaikan di tingkat itu dengan sebaik-baiknya, tidak harus diselesaikan di pengadilan.
”Katakanlah pencuri satu ekor ayam yang harganya Rp 50.000, kalau diproses di pengadilan berapa biayanya, mungkin akan jutaan rupiah. Yah, yang seperti itu bisa diselesaikan di tingkat kelurahan dengan musyawarah. Alangkah indahnya penyelesaian dengan musyawarah. Masyarakat juga senang,” tuturnya.
Putut yakin kalau fungsi binmas berhasil, masyarakat akan sadar kamtibmas dan pada akhirnya kriminalitas di Ibu Kota juga akan menurun.
Putut Eko juga memastikan akan bekerja sama tidak hanya dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, tetapi juga dengan semua pihak terkait, termasuk masyarakat. ”Kami ingin merangkul seluruh lapisan masyarakat di Jakarta untuk bersama-sama menciptakan Jakarta yang aman dan disiplin,” katanya.
Putut Eko pernah menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009). Ia juga pernah menjadi Wakil Kepala Polda Metro Jaya (2009), Kapolda Banten (selama 3 bulan pada 2011), dan Kapolda Jawa Barat (selama 17 bulan pada 2011-2012). Ia juga aktif berbahasa Inggris, Mandarin, Jawa, dan Manado.
Sementara itu, Untung S Radjab ketika disinggung kemungkinan dirinya ikut dalam Pilkada Jawa Timur 2013 menegaskan bahwa dirinya belum pernah mengumumkan hal itu.
”Tunggu sampai saya pensiun. Hari ini belum pensiun. Tanggal 1 November pensiunnya. Saya akan jawab kalau ditanya, kalau enggak ada yang tanya, ya enggak mengumumkan,” ujar Untung.(RTS)