Kemenparekraf Optimistis Target 8 Juta Wisman Tercapai

Kompas.com - 02/11/2012, 18:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan optimistis target 8 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sampai tutup tahun ini akan tercapai.

"Kami memprediksikan selama Oktober-Desember akan terjadi pertumbuhan kunjungan wisman rata-rata 126 ribu per bulan dari enam negara fokus pasar yang dibidik," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Prediksi itu menjadikan Sapta optimistis target kunjungan 8 juta wisman akan tercapai sampai akhir tahun ini.

Menurut dia, prediksi tersebut akan memberikan dampak signifikan pada pencapaian target kunjungan wisman hingga akhir 2012. "Kami melakukan banyak kegiatan di enam negara fokus pasar kita dalam sisa waktu dua bulan ini," katanya.

Kemenparekraf menggelar kegiatan "Year-end Festive Season 2012" dan membuat berbagai promosi wisata di negara yang menjadi fokus pasar yakni Singapura, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Jepang, dan China.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam festival akhir tahun itu diantaranya melakukan media campaign melalui televisi, website, serta media cetak dan ruang dengan menawarkan paket wisata seputar sport tourism, entertaintment, dan kuliner. Selain itu juga melakukan kegiatan misi penjualan ke kota-kota yang menjadi sumber wisman.

Untuk membidik wisatawan Singapura dipersiapkan Holiday Festive antara lain berupa Festival Hari Raya Qurban dan Konser Musik Rhoma Irama di Batam pada akhir Oktober. Sementara untuk membidik wisatawan Malaysia digelar Festival Tanjung Balai dan Festival Danau Toba pada pertengahan Desember.

Kemenparekraf juga bersama pelaku bisnis pariwisata berpartisipasi dalam Malaysia International Travel Maret di Kuala Lumpur pada akhir Oktober 2012. "Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengadakan sales mission ke empat kota di Malaysia yakni Penang, Ipoh, Kota Kinabalu, dan Malaka sebagai sumber wisman," katanya.

Untuk membidik pasar Australia, dipersiapkan kegiatan sales mission ke tiga kota Sydney, Perth, dan Melbourne untuk menawarkan Paket GOH Beyond Bali (Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Bandung) pada Oktober, November, dan Desember 2012.

Kegiatan sport tourism  juga dilakukan untuk membidik wisatawan Jepang agar berwisata ke Bali. Kegiatan itu berupa dukungan terhadap paket Celebrate World Heritage, Subak Bali bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk menyediakan 1.000 seat dan promosi di web AirAsia pada Oktober hingga Desember 2012.

Untuk membidik pasar Jepang ini juga digelar kegiatan entertainment berupa "Youth DJ Party" di Bali pada pertengahan November 2012. "Turis Jepang pasca-musibah tsunami yang berkunjung ke Indonesia mulai meningkat," kata Sapta.

Hingga Januari-Agustus 2012, kunjungan wisman Jepang ke Indonesia mencapai 283.843 orang atau tumbuh 4,92 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara untuk membidik pasar China, dipersiapkan kegiatan entertaiment  antara lain berupa dukungan cultural performance untuk komunitas China, Nan An di Jakarta, serta memfasilitasi insentif China Southern berupa penerbangan langsung (direct flight) Guangzhou-Denpasar.

Selain itu, Kemenparekraf juga melakukan sales mission untuk menawarkan paket wisata golf ke Taipei, Taiwan  bersama Garuda Indonesia ke Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau