Buruh Calonkan Obon Tabroni Dampingi Rieke Pitaloka

Kompas.com - 04/11/2012, 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) mencalonkan Obon Tabroni, tokoh buruh asal Bekasi, maju ke Pilkada Jawa Barat. MPBI juga mendukung anggota DPR, yang juga aktivis perburuhan Rieke Diah Pitaloka menjadi calon Gubernur Jawa Barat.

 

Hal itu dilontarkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada Kompas, Minggu (4/11/2012) di Jakarta.

 

KSPI merupakan salah satu komponen dari MPBI. Selain KSPI ada juga Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea serta Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang dipimpin Mudofir.

MPBI juga beranggotakan 7 federasi serikat pekerja lainnya yang bergerak di bidang lain.

 

"Pilihan Obon bukan tanpa dasar. MPBI berpendapat calon yang tepat adalah warga asli Jawa Barat kelahiran Bekasi. Sebagai tokoh buruh di Jabar, Obon juga mempunyai basis massa yang konkret di 15 Kota/Kab se-Jawa Barat,yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Sukabumi, Karawang, Purwakarta, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, dan Majalengka. Obon juga mendapat dukungan dari guru, petani, nelayan dan keluarganya se-Jabar dengan jumlah lebih dari 7 juta orang," tandas Said.

Menurut Sadi, nama Obon sudah diusulkan kepada Ketua Umum DPPP PDI-Perjuangan Megawati Soekanoputri.

 

Obon Tabroni adalah Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kota/Kab Bekasi.

Selama ini, Obon dikenal juga sebagai Koordinator Aliansi Buruh Bekasi Bergerak, yang memimpin aksi mogok dan memblokade jalan tol Bekasi, belum lami ini.

"MPBI juga turut mendukung Rieke Diah Pitaloka sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Kami sudah mengirimkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri soal Rieke Diah Pitaloka," tambahnya.

 

MPBI, lanjut Said, menyerahkan sepenuhnya kepada Ibu Megawati. "Dengan harapan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan untuk cagub dan cawagub juga memperhatikan usulan dari suara rakyat," katanya lagi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau