Jurusan Teknik dan Bisnis di Eropa Paling Diminati

Kompas.com - 05/11/2012, 08:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan di Eropa masih menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa yang berada di Indonesia. Hal ini terbukti dengan jumlah mahasiswa yang diberangkatkan ke Eropa terus bertambah selama empat tahun terakhir ini baik untuk mengejar gelar sarjana maupun gelar master.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Julian Wilson mengatakan bahwa jurusan teknik di Eropa mendapat animo paling tinggi dari mahasiswa Indonesia. Selanjutnya, jurusan yang juga diminati adalah jurusan bisnis dan manajemen.

"Untuk yang pertama masih jurusan teknik paling diminati. Kemudian kedua adalah jurusan bisnis. Alasannya, peluang kerja dari dua jurusan ini cukup besar," kata Julian di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Sabtu (3/11/2012).

Ia mengatakan dua jurusan tersebut laku ditawarkan di Indonesia karena universitas-universitas di Eropa tidak hanya mengajarkan teori di dalam kelas saja. Namun juga dibuka pelatihan langsung dan kesempatan magan sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikannyaa langsung.

"Untuk jurusan bisnis misalnya, kesempatan magang di perusahaan-perusahaan yang ada terbuka lebar untuk mengasah kemampuan," jelas Julian.

Selain kedua jurusan tersebut, jurusan bahasa dan budaya juga mendapat tempat tersendiri bagi mahasiswa Indonesia. Pasalnya, negara-negara di Eropa memang merupakan tempat yang sesuai untuk memperdalam masalah kebudayaan dan bahasa.

Dalam kesempatan ini, ia juga menuturkan bahwa pendidikan tinggi di Eropa terkenal dengan standar akademis berkualitas tinggi. Tidak hanya itu, banyak program gelar internasional dengan berbagai fasilitas pendidikan yang memadai dan biaya pendidikan yang murah ditawarkan di Eropa.

"Untuk itu, jangan ragu untuk mendaftar dan mencari informasi sebanyak-banyaknya karena membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia," tandasnya.

Tak hanya dapat ilmu

Dibandingkan dengan benua lain, Eropa memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa maupun mahasiswa asing. Sebanyak 35 persen mahasiswa Indonesia memilih untuk menuntut ilmu di Eropa tiap tahunnya. Julian juga mengatakan bahwa Eropa menjadi pilihan mahasiswa Indonesia untuk merampungkan studi karena menawarkan banyak program baik untuk gelar sarjana, gelar master maupun gelar doktorat.

"Di Eropa ada sekitar 4000 universitas yang tersebar di berbagai negara. Kemudian beberapa negara juga telah menerima penghargaan nobel yang menonjolkan kualitas pendidikan di Eropa berbeda," katanya.

Selanjutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa juga membuat akses pendidikan bagi siswa atau mahasiswa Indonesia menjadi lebih mudah sehingga semakin meningkatkan minat untuk belajar di Eropa.

Tidak hanya itu, universitas di Eropa juga menawarkan banyak beasiswa yang bisa diraih oleh mahasiswa Indonesia untuk membantu pembiayaan pendidikan selama di Eropa. Beasiswa yang dapat diperoleh berasal dari berbagai sumber baik dari universitas terkait, konsorsium bahkan juga dari pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Siprus untuk Indonesia, Nicos Panayi, mengatakan bahwa banyak manfaat yang bisa didapat selama belajar di Eropa. Hal tersebut yang membuat negara-negara di Eropa seperti Jerman, Perancis, Belanda dan Inggris menjadi favorit untuk menuntut ilmu.

"Dengan belajar di Eropa, mereka tidak hanya belajar akademik tapi juga mempelajari keanekaragaman budaya yang ada," jelas Nicos.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa negara-negara di Eropa merupakan tempat yang cocok untuk melakukan penelitian akademik dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Untuk itu, banyak orang yang mengambil gelar doktorat di benua biru ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau