Militan Al Qaeda Tembak Mati 2 Prajurit Arab Saudi

Kompas.com - 06/11/2012, 04:32 WIB

RIYADH, KOMPAS.com — Terduga militan Al Qaeda menembak mati dua prajurit Arab Saudi dalam bentrokan, Senin (5/11/2012), ketika mereka berusaha menerobos perbatasan negara kerajaan itu menuju Yaman.

"Pasukan keamanan berhasil mengejar para penyerang ketika mereka berusaha menyeberangi perbatasan Saudi menuju wilayah Yaman," kata Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melalui siaran pers yang dilansir Kantor Berita SPA.

Empat orang bersenjata juga cedera dalam insiden itu. Demikian tambah pernyataan tersebut.

Menurut kementerian itu, kelompok orang bersenjata tersebut menyerang pasukan patroli itu pada saat fajar di zona Sharura di daerah barat daya, Najran.

"Mereka semua, termasuk (militan) Saudi, sudah pernah ditangkap sebelumnya karena memiliki hubungan dengan kelompok yang menyimpang," kata kementerian itu, menggunakan istilah yang biasanya ditujukan kepada Al Qaeda.

Pernyataan itu menambahkan, kelompok orang itu "dibebaskan belum lama ini" dari penjara.

Setelah gelombang serangan mematikan di Arab Saudi oleh Al Qaeda antara 2003 dan 2006, pihak berwenang melakukan operasi penumpasan terhadap cabang lokal dari jaringan itu.

Banyak militan Saudi melarikan diri ke Yaman, di mana gerilyawan garis keras kembali bersatu dan membentuk Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

AQAP dianggap kalangan Barat sebagai cabang paling aktif dan mematikan dari jaringan teror global Al Qaeda.

Militan Al Qaeda memperkuat keberadaan mereka di Yaman Selatan dengan memanfaatkan lemahnya pemerintah pusat akibat pemberontakan antipemerintah yang meletus pada Januari 2011.

Serangan pasukan Yaman pada Mei lalu berhasil menghalau militan Al Qaeda dari sejumlah kota dan desa di wilayah selatan dan timur yang selama lebih dari setahun mereka kuasai.

Pada 6 Mei, serangan udara AS di Yaman Timur menewaskan pemimpin Al Qaeda Yaman Fahd al-Quso, yang diburu dalam kaitan dengan pengeboman mematikan terhadap kapal USS Cole pada 2000.

Serangan pada Oktober 2000 terhadap USS Cole, kapal perusak Angkatan Laut AS, di pelabuhan Aden, Yaman, menewaskan 17 pelaut dan mencederai 40 orang.

Quso tewas dalam serangan dua rudal di dekat rumahnya di Rafadh, sebelah timur Ataq, ibu kota Provinsi Shabwa.

Menurut laporan-laporan, pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan lebih dari sepuluh serangan udara di Yaman dalam beberapa bulan terakhir.

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) meminta izin untuk melancarkan serangan lebih lanjut pesawat tak berawak di Yaman meski ada risiko korban mungkin bukan teroris. Demikian penjelasan Washington Post pada April 2012.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstremis di Yaman, termasuk kegiatan AQAP.

AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu.

Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaeda.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau