Kependudukan

Jokowi: Proses KTP Warga Tanah Merah-Kampung Beting

Kompas.com - 06/11/2012, 14:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur Joko Widodo meminta Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono memproses kartu tanda penduduk penghuni Kampung Beting dan Tanah Merah.

Lebih dari 35.000 jiwa dan 12.000 keluarga di lokasi "abu-abu" itu selama ini minta penerbitan dokumen kependudukan.

"Saya minta pembentukan RT/RW (rukun tetangga/rukun warga) dan KTP segera diproses, tetapi itu tak terkait dengan sengketa lahan," kata Jokowi seusai berkunjung ke Kampung Tanah Merah di Kelurahan Rawabadak Selatan, Kecamatan Koja, Selasa (6/11/2012).

Jokowi menambahkan, penerbitan dokumen kependudukan itu tak terkait dengan sengketa lahan. Oleh karena itu, pembuatan KTP dan RT/RW tak terkait dengan gugatan hukum terkait lahan di kemudian hari. Teknis pembuatan KTP dan pembentukan RT/RW akan dibahas kemudian.

Sebelumnya, para penghuni sejumlah kawasan sengketa, biasa disebut wilayah abu-abu, berharap bisa memiliki KTP agar bisa mengakses layanan publik. Selama ini mereka kesulitan mendapatkan layanan kesehatan gratis, pendidikan, dan infrastruktur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau