NAIROBI, KOMPAS.com — Di saat pemilu presiden AS berlangsung, Desa Kogelo, Kenya—kampung nenek moyang Barack Obama—turut sibuk. Namun, Sarah Obama, nenek tiri sang Presiden AS, justru dijauhkan dari hiruk pikuk warga.
Perempuan berusia 90 tahun yang biasa dipanggil Mama Sarah itu adalah istri ketiga kakek Obama. Meskipun Mama Sarah tidak memiliki hubungan darah dengan Barack Obama, sang Presiden menganggap Sarah layaknya nenek kandungnya.
Nah, di tengah hiruk pikuk pemilihan presiden AS ini, Mama Sarah justru tinggal di rumah di bawah penjagaan ketat polisi Kenya.
"Kami akan tinggal bersama di rumah menyaksikan proses pemilihan ini hingga hasil diumumkan," kata salah seorang paman Obama, Said Hussein Obama.
"Kami berharap dia (Obama) akan kembali menang," tambah Said.
Wajar saja Said berharap Obama kembali menang. Sejak Obama menjadi Presiden AS, banyak perubahan dirasakan desa kecil itu.
Empat tahun lalu, Kogelo adalah desa sepi, tanpa listrik, sulit untuk mencari sekadar minuman ringan, dan televisi bisa menyala karena bantuan generator.
Namun, kini Kogelo berubah total. Desa kecil itu kini bahkan sudah memiliki sejumlah hotel, beberapa bahkan menyediakan layanan televisi kabel.
"Banyak perubahan terjadi di sini," kata Dorothy Babu, manajer salah satu hotel utama, Kogelo Village Resort.
"Sekarang kami punya air bersih, listrik, dan kantor polisi. Keamanan menjadi lebih baik," tambah Babu.
"Dulu Kogelo desa yang sepi," kata warga lainnya, Ohito.
Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk lebih mengembangkan Kogelo.
"Banyak yang harus dilakukan," kata Said Hussein Obama seraya menambahkan Kogelo harus dimasukkan ke dalam daerah tujuan wisata Kenya.
"Orang ingin melihat asal Presiden AS. Kini terserah pemerintah bagaimana menjual desa ini," lanjut Said.
Meski belum sepenuhnya berkembang, Said mengaku, Barack Obama setidaknya membuat nama Kogelo terkenal.
"Sejak dia menjadi presiden, dia menempatkan Kogelo di peta dunia," ujar Said.
Akan tetapi, selama empat tahun menjadi presiden, Obama belum sekali pun berkunjung ke Kenya. Kunjungan terakhirnya dilakukan pada 2006 saat dia masih berstatus senator.
"Dia akan datang," kata Ohito berharap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang