Pilpres as

Obama, Mama Sarah, dan Desa Kogelo

Kompas.com - 06/11/2012, 20:02 WIB

NAIROBI, KOMPAS.com — Di saat pemilu presiden AS berlangsung, Desa Kogelo, Kenya—kampung nenek moyang Barack Obama—turut sibuk. Namun, Sarah Obama, nenek tiri sang Presiden AS, justru dijauhkan dari hiruk pikuk warga.

Perempuan berusia 90 tahun yang biasa dipanggil Mama Sarah itu adalah istri ketiga kakek Obama. Meskipun Mama Sarah tidak memiliki hubungan darah dengan Barack Obama, sang Presiden menganggap Sarah layaknya nenek kandungnya.

Nah, di tengah hiruk pikuk pemilihan presiden AS ini, Mama Sarah justru tinggal di rumah di bawah penjagaan ketat polisi Kenya.

"Kami akan tinggal bersama di rumah menyaksikan proses pemilihan ini hingga hasil diumumkan," kata salah seorang paman Obama, Said Hussein Obama.

"Kami berharap dia (Obama) akan kembali menang," tambah Said.

Wajar saja Said berharap Obama kembali menang. Sejak Obama menjadi Presiden AS, banyak perubahan dirasakan desa kecil itu.

Empat tahun lalu, Kogelo adalah desa sepi, tanpa listrik, sulit untuk mencari sekadar minuman ringan, dan televisi bisa menyala karena bantuan generator.

Namun, kini Kogelo berubah total. Desa kecil itu kini bahkan sudah memiliki sejumlah hotel, beberapa bahkan menyediakan layanan televisi kabel.

"Banyak perubahan terjadi di sini," kata Dorothy Babu, manajer salah satu hotel utama, Kogelo Village Resort.

"Sekarang kami punya air bersih, listrik, dan kantor polisi. Keamanan menjadi lebih baik," tambah Babu.

"Dulu Kogelo desa yang sepi," kata warga lainnya, Ohito.

Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk lebih mengembangkan Kogelo.

"Banyak yang harus dilakukan," kata Said Hussein Obama seraya menambahkan Kogelo harus dimasukkan ke dalam daerah tujuan wisata Kenya.

"Orang ingin melihat asal Presiden AS. Kini terserah pemerintah bagaimana menjual desa ini," lanjut Said.

Meski belum sepenuhnya berkembang, Said mengaku, Barack Obama setidaknya membuat nama Kogelo terkenal.

"Sejak dia menjadi presiden, dia menempatkan Kogelo di peta dunia," ujar Said.

Akan tetapi, selama empat tahun menjadi presiden, Obama belum sekali pun berkunjung ke Kenya. Kunjungan terakhirnya dilakukan pada 2006 saat dia masih berstatus senator.

"Dia akan datang," kata Ohito berharap.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau