Marie Elka: Fashion itu Penting

Kompas.com - 06/11/2012, 20:23 WIB

KOMPAS.com - Fashion penting diperhatikan dan perlu mendapat dukungan. Bukan semata untuk mengejar program pemerintah yang mencanangkan Indonesia dapat menjadi salah satu pusat mode dunia pada 2025, tapi karena industri fashion sendiri memberi banyak kontribusi terhadap ekonomi masyarakat juga negara. Fashion terbukti mampu memberikan lapangan pekerjaan kepada jutaan orang.

Fashion Indonesia juga penting mendapatkan perhatian dalam pengembangannya, karena potensinya besar. Baik produknya yang beragam juga potensi penggunanya yang besar.

Demikian pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, saat jumpa pers program Jakarta Fashion Week (JFW) Fashion Forward, kerjasama berbagai pihak dari dua negara, Indonesia dan Inggris.

Melalui program JFW Fashion Forward, pemerintah dan swasta bergerak bersama untuk mengembangkan industri fashion Indonesia, agar semakin banyak orang mencintai dan memakai produk fashion berkualitas kelas internasional dari Indonesia.

JFW Fashion Forward mendapatkan dukungan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, British Council, dan kemitraan eksklusif dengan Centre for Fashion Entreprise (CFE). CFE merupakan lembaga pengembangan bisnis berbasis di London, yang melakukan inkubasi dan mendukung pengembangan label maupun desainer baru di sektor fashion Inggris.

"Fashion penting karena pasar dalam negeri potensinya besar. Fashion juga penting karena nilai industri kreatif dari ke 2010 meningkat menjadi 191 triliun. Fashion meningkatkan tenaga kerja dari 3,8 juta pada 2006 menjadi 4,8 juta di 2010," jelasnya di Function Room JFW 2013, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Pentingnya fashion membuat berbagai pihak perlu lebih peduli bergerak mengembangkan industri fashion. Dengan semakin berkembang produknya dan meningkat mutunya, akan semakin banyak orang bangga pakai produk dalam negeri.

"Perlu pemberdayaan yang mengangkat desainer dan bidang mode. Juga penguatan potensi pakaian tradisional Indonesia," jelas Marie.

Marie menyambut positif program Fashion Forward sebagai salah satu cara pemberdayaan dan penguatan produk fashion Indonesia.

"Program ini membuat JFW lebih dari sekadar fashion show. Dengan meningkatkan kapasitas desainer supaya bisa go global. Agar ke depan produk Indonesia bisa saja tampil di London Fashion Week," ungkapnya.

Dukungan dari Kemenparekraf ini menjadi salah satu langkah nyata, dari kesepakatan yang telah dibuat Indonesia-Inggris dalam mengembangkan industri kreatif. Penandatangan MoU kerjasama dua negara di bidang industri kreatif telah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Inggris.

"Dalam MoU tersebut, fashion masuk sektor yang akan dikerjakan," jelasnya.

Melalui program Fashion Forward, produk kreatif Indonesia meningkat prestisenya, lebih dari sekadar kreatif tapi juga memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar dunia.

Menurut Marie, Fashion Program merupakan salah satu program untuk mendukung produk kreatif Indonesia. Selain program lain seperti Pekan Produk Kreatif Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 21-25 November 2012.

"Saat ini blueprint fashion Indonesia juga sedang disiapkan. Termasuk penciptaan tren Indonesia," jelas Marie.

Dipayungi MoU pengembangan industri kreatif, Marie optimistis fashion Indonesia bisa berkembang dengan peran pemerintah dari segi kebijakan yang mendukung fashion, kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan training, edukasi, peningkatan kapasitas, juga beasiswa untuk bidang industri kreatif, serta memfasilitasi pelaku bisnis fashion untuk bertemu dengan buyer.

Melalui berbagai program kerjasama ini (terutama dengan Inggris), dalam lima tahun ke depan Marie berharap produk fashion Indonesia mendapatkan apresiasi di tingkat internasional.

"Indonesia bisa memiliki representasi yang baik, dan bisa terlibat di London Fashion Week," tutupnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau