Ibadah haji

38 Koper Kloter 15 Tertinggal di Jeddah

Kompas.com - 06/11/2012, 22:46 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 38 koper haji dari Kloter 15 (Tuban dan Surabaya) yang mendarat di Surabaya, Selasa (6/11/2012) pukul 05.40 WIB, masih tertinggal di Jeddah.

"Belum ada laporan dari Jeddah, apa penyebabnya," kata petugas maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines (SAA) H Yudha M Rendra, ketika ditanya tentang penyebab tertinggalnya koper-koper haji itu.

Namun bila dilihat faktanya, banyak tas tenteng jamaah haji yang masuk bagasi, sehingga mengurangi tempat di bagasi pesawat. Apalagi banyak tas tenteng yang beratnya melebihi berat maksimal yaitu 5 kilogram.

"Bila tas tenteng melebihi berat maksimal seperti itu, maka petugas SAA di Jeddah akan meminta untuk masuk bagasi. Bila masuk kabin, dikhawatirkan jika terjadi guncangan saat di udara tas tenteng yang berat akan mudah jatuh dari tempatnya, sehingga membahayakan penumpang di bawahnya," katanya.

Sebelumnya, ada tiga kloter yang sebagian kopernya tidak terangkut yaitu Kloter 1 sebanyak 236 koper, Kloter 10 (127 koper), dan Kloter 12 (184 koper).

Senada dengan itu, Kabid Penerimaan Jamaah PPIH Debarkasi Surabaya, HM Erfan Rosuli, membenarkan bahwa kemungkinan tidak terangkutnya koper-koper jemaah tersebut penyebabnya adalah bawaan di tas tenteng yang terlalu berat, sehingga dimasukkan petugas ke bagasi.

Setelah masuk bagasi, hal itu menyebabkan lebihnya tonase sehingga isi koper dikurangi demi keselamatan penerbangan.

"Seperti koper jamaah haji Kloter 12, sewaktu saya periksa, ternyata di dalam tas tenteng jemaah terdapat kurma dan kitab. Itu yang membuat berat," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta 38 jemaah haji Kloter 15 untuk bersabar bila mendapati tas kopernya tidak ada di Gudang Mina Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

"Langsung laporkan kepada petugas SAA bila tas koper mereka tidak ada. Meski ada yang bilang koper tidak ada air zam-zamnya setetes pun dan beratnya cuma 22 kilogram, tapi tetap tertinggal," ujar Erfan.

Menurut Erfan, tas-tas koper yang masih tertinggal di Jeddah itu akan dikirimkan melalui kloter sesudahnya yang berat tonasenya tidak melebihi batas.

"Seperti 236 koper Kloter 1 yang sudah tiba Senin (5/11/2012) bersama Kloter 11, sehingga jumlah koper yang masih belum terangkut ada 349. Rincian 127 milik jemaah haji Kloter 10, 184 milik Kloter 12, dan 38 koper Kloter 15," katanya.

Hingga Kloter 15, pada Selasa (6/11/2012), jemaah haji yang tiba di debarkasi Surabaya mencapai 6.620 orang dan 75 petugas.


Sumber: Antara

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau