Dikdik-Toyib Mendaftar

Kompas.com - 07/11/2012, 05:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib mendaftar sebagai peserta Pilkada Jawa Barat tahun 2013, Selasa (6/11). Pasangan ini adalah calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pertama yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Jabar.

Dikdik yang berpangkat inspektur jenderal (purnawirawan) sebelumnya menjabat Kepala Polda Sumatera Selatan. Adapun Cecep adalah mantan Sekretaris Daerah Indramayu.

Dikdik dan Cecep datang bersama rombongan berjumlah kurang dari 20 orang ke kantor Komisi Pemilihan Umum Jabar, Selasa pagi.

Dikdik-Toyib adalah satu-satunya pasangan dari jalur perseorangan yang lolos verifikasi administrasi setelah menyampaikan 1,8 juta berkas dukungan. Namun, dukungan tersebut melorot hingga 681.716 berkas yang diakui dalam verifikasi faktual. Mereka diharuskan mengganti kekurangannya, 792.898 berkas, pada 2-8 Desember 2012.

Menurut Dikdik, pihaknya masih memiliki 1,5 juta berkas dukungan untuk diserahkan.

Ketua Kelompok Kerja Pencalonan Teten Setiawan menjelaskan, pendaftaran peserta Pilkada Jabar dibuka hingga 10 November. Saat ini pihaknya hanya memeriksa kelengkapan berkas yang dimiliki dan baru memeriksa mendetail pada tanggal 11-17 November.

Rieke bersaing

PDI-P hampir dipastikan akan mengusung Rieke Diah Pitaloka dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2013. PDI-P yang kemungkinan besar akan menyandingkan Rieke dengan aktivis antikorupsi Teten Masduki memastikan tidak akan berkoalisi dengan partai lain.

”Suara kami cukup (untuk mengusung calon sendiri). Aspirasi partai di daerah menginginkan calonnya dari PDI-P dan tidak berkoalisi. Ini sekaligus untuk mengetes soliditas partai di Jabar,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo, Selasa.

Menurut Tjahjo, dari sejumlah nama yang berpotensi diusung PDI-P, anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI-P Rieke Diah Pitaloka dalam beberapa kali jajak pendapat dapat bersaing ketat dengan calon dari Partai Demokrat, Dede Yusuf.

”Dari 2-3 hasil survei yang kami lakukan, Rieke bersaing ketat dengan Dede Yusuf,” kata Tjahjo. Ia menambahkan, keputusan pasangan calon yang akan diusung PDI-P akan disampaikan kepada publik 1-2 hari ke depan.

Sebelumnya, nama-nama yang muncul dalam bursa calon dalam penjaringan di DPP PDI-P mengerucut pada pasangan Rieke-Teten, Aang Hamid Suganda (Bupati Kuningan)-Rieke, dan Rieke-Dedi Supardi (Bupati Cirebon dua periode).

Selain nama-nama itu, nama Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna juga sempat masuk bursa. Namun, Tjahjo memastikan dua hari yang lalu Nanan mundur dari bursa pencalonan di PDI-P.

Dihubungi terpisah, Teten menyatakan bisa menerima jika diputuskan menjadi calon wakil gubernur mendampingi Rieke. Tak jadi soal siapa di posisi calon gubernur karena koalisinya bersama Rieke lebih didasari komitmen mengusung ide pemerintahan yang berpihak pada kerakyatan dan antikorupsi.

Di tengah pro-kontra persetujuan anggaran Pilgub 2013 putaran pertama sebesar Rp 943 miliar, KPU Jatim mengusulkan anggaran untuk putaran kedua.

Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Selasa, mengatakan, hingga saat ini dana untuk Pilkada 2013 yang sudah disetujui DPRD Jatim sebesar Rp 600 miliar sudah cukup, termasuk untuk Bawaslu dan pengamanan. Namun, jumlah itu masih kurang.

(ELD/ETA/ILO/DIA/WHY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau