Usain Bolt, sprinter dunia asal Jamaika; David Rudisha, pelari jarak menengah dari Kenya; dan Aries Merritt, pelari gawang 110 meter Amerika Serikat, menjadi tiga kandidat yang berpeluang menerima gelar Atlet Terbaik Dunia 2012.
Bagaimanapun, ketiga kandidat itu merupakan atlet atletik terbaik di mata masyarakat. Pasalnya, merekalah yang mengantongi suara terbanyak dari para pencinta atletik di seluruh dunia.
Federasi Atletik Internasional (IAAF) memang menerapkan beberapa tahap seleksi untuk menentukan penerima gelar atlet terbaik. Pertama, sebuah badan ahli yang dibentuk organisasi olahraga atletik itu menominasikan 10 atlet putra dan 10 atlet putri.
Lalu, semua nama itu diumumkan kepada khalayak. Masyarakat pun bisa berpartisipasi memilih atlet pujaan mereka melalui surat elektronik. Tiga atlet yang paling banyak terpilih itulah yang menjadi kandidat akhir yang akan dipilih IAAF.
Adapun sepuluh atlet putra yang dinominasikan badan ahli adalah sprinter Jamaika, Yohan Blake, teman berlatih Bolt; Ashton Eaton, sang manusia serba bisa asal AS pemegang rekor dunia dasalomba; Mo Farah, pelari jarak jauh asal Inggris; Robert Harting, pelempar cakram asal Jerman; Kirani James, sprinter Grenada; Renaud Lavillenie, peloncat galah Perancis; Christian Taylor, pelompat jangkit AS; Bolt, Merritt, dan Rudisha.
IAAF akhirnya mengumumkan tiga atlet yang memperoleh dukungan terbanyak, Senin (5/11). Pengumuman dilakukan di markas IAAF di Monako.
Terpilihnya Bolt dalam tiga kandidat sudah bisa diduga sejak awal. Penampilan Bolt, sekalipun hanya berlangsung kurang dari 10 detik di lintasan mana pun, selalu ditunggu para pencinta atletik.
Bolt juga selalu mampu menjaga penampilannya di setiap kejuaraan utama, yakni olimpiade dan kejuaraan dunia.
Hal tersebut dapat terlihat dari penghargaan yang diterima Bolt pada musim lalu. Tahun silam, Bolt meraih medali emas untuk nomor 200 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik di Daegu, Korea Selatan.
Namun, kesalahan start membuat Bolt harus meninggalkan lintasan di nomor 100 meter. Medali emas Kejuaraan Dunia 2011 di nomor itu pun jatuh ke tangan yuniornya, Blake, yang memiliki postur lebih kekar dari Bolt yang tinggi semampai itu.
Tahun ini, Bolt juga tampil gemilang di Olimpiade London untuk mengulangi capaiannya mengantongi tiga medali emas, seperti yang diperoleh empat tahun lalu di Olimpiade Beijing.
Walau minus pemecahan rekor dunia di 100 meter dan 200 meter, penampilan Bolt yang sadar sekali akan ”kebintangannya” tetap menjadi atraksi puncak dalam setiap event atletik dunia.
Rudisha yang merupakan pemegang gelar Atlet Terbaik 2010 juga merupakan atlet fenomenal. Tahun ini Rudisha memecahkan rekor dunia di nomor spesialisasinya, 800 meter. Rekor lama juga atas namanya sendiri.
Gaung itu kian dahsyat karena Rudisha memecahkan rekor itu di Olimpiade London, Agustus-September lalu. Saat itu Rudisha mengukir waktu 1 menit 40,91 detik.
Dengan prestasi tersebut, Rudisha bisa menjadi batu sandungan besar bagi Bolt yang ingin kembali mengulangi gelar Atlet Terbaik Dunia untuk kedua kali berturut-turut. Bolt sudah menikmati gemerlapnya gelar tersebut mulai musim 2008, kemudian pada musim 2009. Tahun 2011 pun Bolt sudah kembali menjadi ”raja atletik”.
Kondisi yang sama juga terjadi pada Merritt. Tahun ini, Merritt menjadi pemegang rekor dunia lari gawang 110 meter dengan waktu 12,80 detik.
Hanya sayang, hal itu bukan diciptakan Merritt di Olimpiade London. Torehan itu dia buat ketika mengikuti salah satu kejuaraan Eropa di Brussels, Belgia, hanya berselang beberapa hari setelah olimpiade.
Siapakah dari ketiga atlet putra itu yang menjadi terbaik dan patut mendapat gelar atlet terbaik tahun ini? Hal ini akan diumumkan IAAF pada puncak acara peringatan satu abad IAAF di Barcelona, 24 November nanti.