JENEWA, KOMPAS.com - Kondisi kemanusiaan di Suriah kian memburuk dan sulit ditangani membuat organisasi sebesar Palang Merah pun nyaris menyerah menghadapinya.
"Situasi kemanusiaan di Suriah terus memburuk meski operasi bantuan semakin besar," kata Presiden Komite Internasional Palang Merah, Peter Maurer, kepada wartawan di Jenewa, Swiss, Kamis (8/11/2012).
"Kami tak sanggup lagi menghadapi situasi yang memburuk ini," tambah dia.
Palang Merah Internasional, lanjut Maurer, yang bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah di Suriah kerap tak mampu memenuhi kebutuhan warga yang membutuhkan bantuan.
"Tak diketahui jumlah warga di Suriah yang tak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," kata Maurer.
Dia menambahkan hingga kini Palang Merah belum memiliki strategi lain di Suriah.
"Tak ada gunanya memiliki rencana. Setiap hari Anda hanya berusaha menambal celah yang terbuka. Kami harus terus mencari kesempatan untuk bekerja. Pertempuran selalu berpindah, yang menjadi pemikiran di sana adalah cara menyelamatkan diri," lanjut Maurer.
Ketua Palang Merah yang baru, yang pada September lalu menemui rezim Suriah, menggambarkan pengiriman batuan ke kota Homs adalah salah satu capaian yang terpenting.
"Namun itu hanya satu kota. Tapi kami tak bisa masuk ke Aleppo, Idlib dan kota-kota lain," ujar Maurer.
Akibatnya, papar dia, Palang Merah tak memiliki data akurat, hanya perkiraan, terkait kebutuhan bantuan bagi warga Suriah.
Sejauh ini diperkirakan 37.000 orang tewas akibat konflik yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini. PBB memperkirakan sekitar 1,2 juta warga Suriah sangat membutuhkan bantuan saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang