Anggota parlemen memberikan suara 153 setuju dan 128 tidak setuju akan pemangkasan anggaran ini. Kesepakatan itu terjadi Kamis (8/11) pagi, beberapa jam setelah lebih dari 80.000 pemrotes berdemo di depan gedung parlemen.
Dengan hasil pemungutan suara itu, Yunani boleh menerima dana talangan berikutnya dari donor troika sebesar 31,5 miliar euro. Tanpa dana talangan ini, pemerintah Yunani akan kehabisan euro pada 16 November mendatang.
Hanya dua dari tiga partai pendukung koalisi, yakni partai mayoritas konservatif dan sosialis, mendukung penghematan senilai 13,5 miliar euro itu. Tujuh anggota parlemen dikucilkan karena tidak mendukung kebijakan partai tersebut dan satu orang keluar dari partai sosialis yang selanjutnya bertindak sebagai anggota parlemen independen.
Meski demikian, pemerintah tidak terancam bubar karena partai ketiga, Demokratik Kiri, menyatakan masih terus menjadi mitra koalisi.
Yunani tergantung pada pinjaman dari negara anggota zona euro lainnya dan Dana Moneter Internasional (IMF) sejak 2010. Bantuan itu diperlukan setelah Yunani mengungkapkan bahwa defisitnya lebih tinggi daripada yang diperkirakan dan kehilangan akses ke pasar finansial internasional.
Paket dana talangan sejumlah total 240 miliar euro dibagi dalam beberapa kali kucuran. Kucuran itu diberikan tergantung pada kemajuan Yunani dalam mengatasi defisit dan atas kinerja ekonomi. Paket kucuran terakhir telah tertunda 5 bulan. Penundaan itu terjadi karena ketidakpastian politik sehingga memicu dua pemilu nasional.
Pemerintahan koalisi Samaras akan diuji lagi pada hari Minggu ketika parlemen akan mengadakan pemungutan suara untuk menentukan anggaran tahun 2013. Namun, kali ini ketiga mitra koalisi diharapkan bersatu meskipun masih belum jelas bagaimana sikap para anggota parlemen secara individu.
Untuk mendapatkan penghematan sebesar 13,5 miliar euro ini, usia pensiun dinaikkan lagi menjadi 67 tahun. Sebelumnya, usia pensiun sudah naik dari 60 menjadi 65 pada 2010. Selain itu, pegawai pemerintah bidang administrasi juga diberhentikan untuk menghemat anggaran. Sebagian gaji, sebesar 580 euro atau sekitar Rp 7 juta per bulan, dibekukan hingga 2016. Pemerintah juga memangkas belanja publik dan tunjangan sosial.
Di sisi lain, pajak bahan kabar dan pajak tembakau dinaikkan. Targetnya, defisit anggaran akan menurun menjadi 3 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2016. Tenggat tersebut lebih lama dua tahun dibandingkan dengan target yang diberikan oleh para kreditor internasional.
Para investor menyambut keputusan ini dengan skeptis. Indeks saham di Athena malah turun 3 persen pada awal perdagangan.
Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyambut baik lolosnya paket penghematan ini. Westerwwlle mengatakan, langkah parlemen Yunani merupakan afirmasi dari konsolidasi dan reformasi kebijakan yang diperlukan.
”Pesan ini akan didengar di seluruh zona euro. Kami menghormati upaya yang dibuat oleh masyarakat Yunani untuk mengatasi krisis. Eropa dan Jerman dengan solidaitas penuh mendukung Yunani,” ujarnya.
Sementara itu, badan statistik Yunani mengumumkan tingkat pengangguran naik menjadi 25,4 persen pada Agustus, naik dari 24,8 persen pada Juli lalu karena resesi yang berkepanjangan. Jumlah ini meningkat pesat dari 18,4 persen pada Agustus 2011.
Lebih dari 1,2 juta orang di Yunani saat ini tidak memiliki pekerjaan. Sebanyak 58 persen dari penganggur adalah orang muda berusia antara 15 dan 24 tahun.