Ini Alasan PPP Usung Heryawan-Dedy Mizwar

Kompas.com - 09/11/2012, 20:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - DPP PPP secara resmi menyatakan akan berkoalisi dengan PKS mengusung pasangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar dalam Pemilukada Jawa Barat 2013.

"Pertimbangannya karena kami menilai Pak Ahmad Heryawan salah satu gubernur yang sukses," ujar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) yang didampingi sejumlah petinggi PPP.

Hal itu dikatakan Suryadharma usai pertemuannya dengan Ahmad Heryawan (Aher), di kediamannya Jalan Widya Chandra III No 9 Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Kesuksesan Aher selama menjabat Gubernur Jabar selama lima tahun yang disorot khusus PPP terutama dalam hal pendidikan. Menurut SDA, Aher telah mampu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Jawa Barat.

Di bawah kepemimpinan Aher, Jabar berkembang sebagai provinsi yang lebih religius dalam pandangan SDA, yang juga menjabat Menteri Agama. Ia menilai, kondisi tersebut sangat mendukung kualitas pembangunan fisik di Jabar.

"Pendidikan agama dan keagamaan di Jabar baik sekali. Karena itu, saya sangat berikan apresiasi terhadap langkah-langkah untuk tingkatkan pendidikan di Jabar. Artinya, pembangunan fisik yang baik didukung SDM yang baik," jelas SDA.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau