Penganiayaan

Diego Michiels Ditetapkan sebagai Tersangka

Kompas.com - 10/11/2012, 04:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Pemain sepak bola tim nasional, Diego Michiels, dijadikan tersangka atas kasus penganiayaan di Diskotek Domain, Senayan City. Jumat (9/11), sekitar pukul 19.00, Diego dibawa ke Polsek Tanah Abang.

Penangkapan Diego, tutur Kepala Unit Reskrim Polsek Tanah Abang Komisaris Widarto, didasari atas beberapa alat bukti seperti kamera pemantau (CCTV) di lokasi kejadian. ”Dia juga sudah mengakui perbuatannya,” ujarnya.

Selain Diego, juga ada tiga orang yang dibawa ke Polsek Tanah Abang, yakni Tmn, Trk, dan BP. Diego dijemput polisi dari sebuah hotel di kawasan Blok S, Jakarta Selatan. Saat berada di kantor polisi Diego mengenakan kaus putih lengan panjang dan celana pendek. Hingga pukul 20.00, Diego diperiksa di ruang unit II Reserse Kriminal Polsek Tanah Abang.

Pengeroyokan terjadi Kamis dini hari. Seorang pengunjung diskotek, Meff Paripurna (21), mengalami luka-luka akibat kejadian ini. Meff baru melaporkan pengeroyokan yang menimpanya pada Kamis malam.

Kronologi kejadian

Meff melaporkan Diego ke Polsek Tanah Abang, Kamis (8/11) malam. Pesepak bola itu diduga menganiaya Meff.

”Dugaan penganiayaannya terjadi Kamis dini hari. Korban melaporkannya malam hari. Setelah cukup istirahat di rumah, malam itu juga dia di-BAP,” tambah Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Jumat siang.

Menurut anggota Polsek Tanah Abang yang menangani kasusnya, lanjut Rikwanto, penganiayaan terjadi di Diskotek Domain, Senayan City, Kamis sekitar pukul 02.30. Saat itu ada dua kelompok, yakni kelompok Diego dan kelompok Meff.

Salah seorang dari kelompok Meff membawa botol minuman dan tersenggol oleh rekan Diego. Senggolan itu mengakibatkan botol jatuh dan pecah. Rekan Meff, pembawa minuman, menegur orang yang menyenggolnya.

Meff kemudian datang melerai. Namun, tiba-tiba seseorang memukul Meff sehingga mengakibatkan memar di mata dan wajah pemuda tersebut. Meff dibawa ke RS Medika Permata Hijau untuk keperluan visum atas luka memar tersebut. Setelah divisum, Meff pun pulang.

Kamis malam itu juga Meff mendatangi Polsek Tanah Abang. Meff melaporkan secara resmi kasus yang menimpanya dan menjalani proses berita acara pemeriksaan.

PSSI siap dampingi

Manajer tim nasional sepak bola Indonesia, Habil Marati, mengatakan, PSSI akan mendampingi bek kanan Diego Michiels dalam setiap pemeriksaan pihak kepolisian terkait tuduhan penganiayaan.

Habil mengungkapkan, Diego mulai menjalani pemeriksaan di Kantor Polsek Tanah Abang, Jumat malam.

”Setiap ada pemanggilan untuk diperiksa kepolisian, kami akan antar Diego dan mendampinginya,” kata Habil yang dihubungi via telepon semalam.

Habil tidak mempersoalkan pemeriksaan polisi atas salah satu pemain andalan timnas itu. ”Hukum harus ditegakkan. Kalau tidak begitu, polisi nanti jadi sasaran kemarahan masyarakat yang merasa ada warga yang dianakemaskan,” ujar Habil.

Menurut Habil, pemeriksaan polisi terhadap Diego tidak akan mengganggu kesiapan pemain tersebut menjelang tampil bersama timnas PSSI pada Piala ASEAN Football Federation (AFF) 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, 25 November mendatang.

Sejak kasus pemukulan yang diduga dilakukan Diego dilaporkan ke polisi, Kamis, pemain kelahiran Belanda itu tetap bergabung dalam sesi latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

(art/rts/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau