Tiga dari empat pasangan yang berasal dari partai menggandeng artis. Empat pasangan tersebut adalah Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, dan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim. Mereka datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat pada hari terakhir masa pendaftaran.
”Kami menerima berkasnya terlebih dahulu. Verifikasi berkas akan dilakukan pada tanggal 11-17 November,” ujar Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KPU Jabar Teten Setiawan.
Rieke-Teten datang paling awal, diikuti Dede-Lex, Heryawan-Deddy, lalu Irianto-Tatang beberapa jam sebelum tenggat berakhir. Rieke dan Teten datang mengenakan baju kotak-kotak merah seperti yang dikenakan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama ketika mengikuti Pilkada DKI Jakarta.
”Ini masukan dari Pak Joko Widodo langsung. Baju kotak-kotak merah ini menjadi semangat perlawanan terhadap politik uang di pilkada,” ujar Rieke.
Dari 26 persyaratan yang diminta, pasangan tersebut baru menyertakan 20 persyaratan. Sebanyak enam persyaratan belum dilengkapi, salah satunya nomor rekening dana kampanye.
Ketua Tim Pemenangan Rieke-Teten, Tubagus Hasanuddin mengaku belum memiliki dana kampanye kecuali dana sebesar Rp 36.000 yang disumbangkan komunitas pengamen.
Pasangan Yusuf Macan Effendi dan Lex Laksamana menjadi peserta kedua yang mendaftar. Mereka menggunakan kemeja warna putih dan kacu warna biru.
Menurut Dede, pakaian putih adalah warna yang melambangkan kerja keras, sementara kacu bisa diartikan semangat relawan, yakni bekerja tanpa pamrih. Hubungan Dede dengan Lex akan bersifat kemitraan. Dede menganalogikan dia sebagai sopir angkot, sementara Lex adalah kernet yang memberi arahan dari samping.
Ketua Tim Kampanye Dede dan Lex, Didin Supriadin menjelaskan, modal awal mereka adalah 43 kursi legislatif yang terkumpul dari partai koalisi.
Pasangan ketiga, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, datang mendaftar pada sore hari. Keduanya mengenakan kemeja putih dengan bendera merah putih di atas saku.
Saat memberikan sambutan, Heryawan mengungkapkan alasan pemilihan Deddy sebagai wakil bukan hanya karena yang bersangkutan sebagai artis. ”Kami memiliki kesamaan visi dan misi membangun Jabar,” katanya.
Deddy menganggap Pilkada Jabar sebagai peristiwa budaya. Dia memastikan tetap akan menyibukkan diri apabila terpilih karena tidak ada larangan mengenai hal itu.
Adapun pasangan keempat, Irianto dan Tatang, mendaftar pada Sabtu sekitar pukul 22.00. Mereka berangkat dengan pawai obor dari Jalan Mas Kumabang, Bandung, ke kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung.
Rieke dan Teten diusung PDI Perjuangan, sementara Irianto dan Tatang Partai Golkar. Dua calon lain diusung partai koalisi, seperti Dede-Lex oleh Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Gerindra. Adapun Heryawan-Deddy diusung Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang.
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai pemilih di Jabar didominasi warga yang memberikan pilihan kepada figur dikenal. Tampilnya artis dalam kancah pilkada adalah strategi dari parpol meraih kemenangan.