Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum seusai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Jawa Timur (Jatim), di Surabaya, Minggu (11/11).
”Tidak ada persiapan khusus untuk pemilihan gubernur karena saya tahu rakyat Jatim berharap Pakde Karwo (panggilan Soekarwo) memimpin Jatim lagi,” ujarnya. Anas hadir bersama Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, yang dijabat Soekarwo.
Menurut Anas, selama Soekarwo berpasangan dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, keduanya menunjukkan prestasi, kinerja positif, kompak, dan produktif. ”Kalau Pakde Karwo mau melanjutkan dengan Gus Ipul (panggilan Saifullah Yusuf), kami di Jakarta tut wuri handayani,” ujar Anas.
Anas menjamin DPP Partai Demokrat segera memberikan rekomendasi kepada keduanya. Untuk itu, ia meminta seluruh kader partai di Jatim mengonsolidasikan diri untuk pemenangan Pilkada Jatim sebelum Pemilihan Umum 2014.
Saat ditanya kemungkinan Soekarwo akan kembali bersaing dengan Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa seperti pilkada Jatim tahun 2008, Anas mengatakan itu hak politik setiap orang dan bagian dari demokrasi.
Soekarwo mengapresiasi pencalonan Khofifah sebagai cagub. Ia berencana mendeklarasikan pasangannya, Februari 2013.
Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa siap maju menjadi cagub Jatim. Bahkan, dia sudah berkeliling Jatim untuk memetakan dukungannya sebelum menentukan kendaraan politik yang digunakan.
”Saya akan coba merapikan barisan. Saya akan check sound dulu sampai pertengahan Desember,” ujar Khofifah. Pada Pilkada Jatim 2008, Khofifah berpasangan dengan Mudjiono. Waktu itu Khofifah-Mudjiono bertarung tiga putaran melawan Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Hingga saat ini Khofifah mengaku masih terus berkeliling. ”Saya besok akan jalan ke Nganjuk, Blitar, dan Situbondo. Saya akan putari orbit saya sampai petanya final. Jadi, jika kita turun gelanggang semuanya siap,” tambahnya.
Soal kemungkinan mendaftar di PDI-P, Khofifah tidak menampik. Menurut dia, komunikasi langsung ataupun tidak langsung dengan beberapa partai politik, termasuk PDI-P, sudah jalan.
Sementara, menurut Wakil Sekretaris Internal DPD PDI-P Jatim SW Nugroho, partainya baru membuka pendaftaran cagub dan wakilnya. Pendaftaran dibuka hingga 24 November.
Demikian pula Partai Golkar. Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono mengaku hingga kini belum bisa mengungkapkan hasil survei terhadap cagub-cawagub.
Hanya dua partai
Di Jawa Tengah, Ketua Komisi Pemilihan Umum M Fajar Saka mengatakan, dua parpol yang bisa mengajukan pasangan calon tanpa koalisi adalah PDI-P yang memiliki 23 kursi, dan Partai Demokrat yang punya 16 kursi di DPRD Jawa Tengah. Partai Golkar dan Partai Gerindra harus berkoalisi.
Dari hasil rekapitulasi KPU, perolehan suara pilkada cagub- cawagub Sulawesi Tenggara, pasangan calon petahana Nur Alam-Saleh Lasata memperoleh suara terbanyak dari 12 kabupaten/kota di Sultra. Di Kalimantan Selatan, pilkada masih didominasi orang-orang lama. Keberadaan muka baru sedikit. Adapun hari pertama pendaftaran cagub Sumatera Utara masih sepi.
Untuk pilkada di Jawa Barat, elektibilitas tetap dianggap sebagai faktor penting untuk penentuan cagub dan cawagub.