Demokrat Dukung Figur Petahana

Kompas.com - 12/11/2012, 02:57 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat memastikan akan mengusung kembali pasangan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013. Hal ini asalkan Soekarwo tetap mau berpasangan dengan Saifullah Yusuf.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum seusai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Jawa Timur (Jatim), di Surabaya, Minggu (11/11).

”Tidak ada persiapan khusus untuk pemilihan gubernur karena saya tahu rakyat Jatim berharap Pakde Karwo (panggilan Soekarwo) memimpin Jatim lagi,” ujarnya. Anas hadir bersama Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, yang dijabat Soekarwo.

Menurut Anas, selama Soekarwo berpasangan dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, keduanya menunjukkan prestasi, kinerja positif, kompak, dan produktif. ”Kalau Pakde Karwo mau melanjutkan dengan Gus Ipul (panggilan Saifullah Yusuf), kami di Jakarta tut wuri handayani,” ujar Anas.

Anas menjamin DPP Partai Demokrat segera memberikan rekomendasi kepada keduanya. Untuk itu, ia meminta seluruh kader partai di Jatim mengonsolidasikan diri untuk pemenangan Pilkada Jatim sebelum Pemilihan Umum 2014.

Saat ditanya kemungkinan Soekarwo akan kembali bersaing dengan Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa seperti pilkada Jatim tahun 2008, Anas mengatakan itu hak politik setiap orang dan bagian dari demokrasi.

Soekarwo mengapresiasi pencalonan Khofifah sebagai cagub. Ia berencana mendeklarasikan pasangannya, Februari 2013.

Siap maju

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa siap maju menjadi cagub Jatim. Bahkan, dia sudah berkeliling Jatim untuk memetakan dukungannya sebelum menentukan kendaraan politik yang digunakan.

”Saya akan coba merapikan barisan. Saya akan check sound dulu sampai pertengahan Desember,” ujar Khofifah. Pada Pilkada Jatim 2008, Khofifah berpasangan dengan Mudjiono. Waktu itu Khofifah-Mudjiono bertarung tiga putaran melawan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Hingga saat ini Khofifah mengaku masih terus berkeliling. ”Saya besok akan jalan ke Nganjuk, Blitar, dan Situbondo. Saya akan putari orbit saya sampai petanya final. Jadi, jika kita turun gelanggang semuanya siap,” tambahnya.

Soal kemungkinan mendaftar di PDI-P, Khofifah tidak menampik. Menurut dia, komunikasi langsung ataupun tidak langsung dengan beberapa partai politik, termasuk PDI-P, sudah jalan.

Sementara, menurut Wakil Sekretaris Internal DPD PDI-P Jatim SW Nugroho, partainya baru membuka pendaftaran cagub dan wakilnya. Pendaftaran dibuka hingga 24 November.

Demikian pula Partai Golkar. Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono mengaku hingga kini belum bisa mengungkapkan hasil survei terhadap cagub-cawagub.

Hanya dua partai

Di Jawa Tengah, Ketua Komisi Pemilihan Umum M Fajar Saka mengatakan, dua parpol yang bisa mengajukan pasangan calon tanpa koalisi adalah PDI-P yang memiliki 23 kursi, dan Partai Demokrat yang punya 16 kursi di DPRD Jawa Tengah. Partai Golkar dan Partai Gerindra harus berkoalisi.

Dari hasil rekapitulasi KPU, perolehan suara pilkada cagub- cawagub Sulawesi Tenggara, pasangan calon petahana Nur Alam-Saleh Lasata memperoleh suara terbanyak dari 12 kabupaten/kota di Sultra. Di Kalimantan Selatan, pilkada masih didominasi orang-orang lama. Keberadaan muka baru sedikit. Adapun hari pertama pendaftaran cagub Sumatera Utara masih sepi.

Untuk pilkada di Jawa Barat, elektibilitas tetap dianggap sebagai faktor penting untuk penentuan cagub dan cawagub.

(ILO/ENG/ETA/WHO/WER/WSI/NWO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau