Perda transportasi ditolak

Basuki: Ditolak karena Kita Belum Ketemu

Kompas.com - 12/11/2012, 15:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yakin Peraturan Daerah (Perda) Transportasi akan segera disahkan. Menurut dia, semua pertentangan dalam rancangan perda itu terjadi karena belum ada kesamaan persepsi dari semua pihak yang terkait.

"Kenapa ditolak? Karena kami belum ketemu dan pemahamannya belum sama. Padahal, yang didorong kami itu mudah sekali," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (12/11/2012).

Ia menjelaskan, semua akan semakin mudah saat para pemilik angkutan kota tergabung dalam sebuah konsorsium. Hal itu untuk membangun sebuah sistem kerja yang lebih baik sekaligus dapat menjadi dasar hukum pemberian 1.000 bus oleh Pemerintah Provinsi DKI.

Seluruh bus yang diberikan menjadi milik pengusaha yang bergabung dalam konsorsium tersebut. Cantolannya adalah usulan peremajaan angkutan kota dengan menukar dua bus tua dengan bus baru yang disediakan Pemprov DKI.

"Sekarang ini mereka kan perorangan, pengusaha kecil, dan ada undang-undang yang melarang pemberian bus pada perorangan. Maka, kami minta bentuk konsorsium, nanti bus diberikan dan dikelola oleh mereka. Enggak mungkin mereka enggak mau," ujar Basuki yakin.

Sebelumnya, Ketua Organda Provinsi DKI Jakarta Soedirman menolak usulan Pemprov DKI tentang peremajaan angkutan kota. Dalam rancangan Perda Transportasi tercantum bahwa bus besar harus diremajakan setiap sepuluh tahun, bus sedang delapan tahun, dan bus kecil tujuh tahun.

Para pemilik angkutan menolak karena merasa belum akan memiliki untung dengan waktu peremajaan sesingkat itu. Jika terus dipaksakan, mereka khawatir akan muncul gejolak sosial setelahnya.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau