Semua Guru di Morotai Tak Lulus UKG

Kompas.com - 13/11/2012, 10:18 WIB

MOROTAI, KOMPAS.com - Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara ternyata belum berhasil. Semua peserta UKG yang berjumlah 58 orang, tak satupun lulus dalam ujian yang dilakukan secara online itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai, Sudirman mengungkapkan, semua guru peserta UKG di Morotai tidak ada yang memenuhi syarat kelulusan. "Tak ada yang lulus karena tidak ada yang mencapai nilai 70," ungkap Sudirman, Selasa (13/11/2012).

Sudirman menjelaskan, syarat kelulusan seorang guru dalam UKG harus mencapai nilai aman yang telah ditetapkan secara nasional, yakni 70. Para peserta UKG di Morotai bahkan memiliki nilai yang sangat memprihatinkan. "Bagaimana mau lulus? Yang mencapai nilai 50 itu hanya satu orang saja dari 50 orang lebih. Sisanya antara 30 sampai 50," ungkap Sudirman lagi.

Nilai para peserta guru yang ikut UKG itu ternyata disampaikan juga secara online. Bahkan, menurut Sudirman, penilaian terhadap guru yang mengikuti UKG dilakukan setelah pelaksanaan UKG berlangsung. Karena itu, Dinas Pendidikan setempat langsung mengetahui hasil UKG di tiap daerah.

Sementara itu, disinggung soal rencana pemerintah menggelar UKG tahap III, Sudirman mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima edaran dari pemerintah. Yang jelas menurut dia, para guru yang ikut UKG namun tidak lulus itu semestinya mengulang lagi agar lulus UKG. "Kalau sudah lulus UKG berarti seorang guru diakui kompetensinya. Jadi kalau belum lulus ya harus mengulang lagi. Tapi soal kapan atau bagaimana caranya mengulang itu tergantung pusat, kita hanya menunggu saja seperti apa nantinya," jelas Sudirman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau