Kecelakaan, Tiga Haji Asal Demak Patah Tulang

Kompas.com - 14/11/2012, 16:28 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com - Tiga dari 16 haji asal Kabupaten Demak yang tergabung pada Kloter 44 Debarkasi Surakarta mengalami patah tulang akibat bus yang ditumpangi kecelakaan saat perjalanan dari Mekkah ke Jeddah, Arab Saudi.

Berdasarkan pantauan di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Rabu, tiga orang yang mengalami patah tulang adalah, H Subardi (80), Hj Fatimah (65), dan Hj Munjaroah (51), ketiganya asal Demak.

Subardi mengalami patah tulang pada tangan kanannya, Fatimah patah tulang hidung dan mukanya bengkak membiru serta Munjaroah giginya dan tangan kirinya patah.

Ketiga korban bersama rombongan haji Kloter 44 tersebut tiba di Bandara Adi Soemarmo di Boyolali, pukul 11.55 WIB. Ketiganya harus dibawa mobil ambulans menuju ke poliklinik di Asrama haji Donohudan.

Menurut Fatimah salah satu korban kecelakaan bus, dirinya tidak tahu saat kejadian kecelakaan tersebut, karena setelah bus bertabrakan ia tak sadarkan diri dan hidungnya terluka mengeluarkan banyak darah.

"Saya tidak tahu setelah kejadian itu, hidung saya luka dan berdarah. Tahu-tahu saya di rumah sakit di Jeddah," kata Fatimah saat berbaring di Poliklinik Asrama Haji Donohudan, Rabu (14/11/2012).

Menurut dia, lukanya sudah membaik, meski hidungnya masih dibalut dengan kain kasa dan bengkak di wajahnya juga sudah berkurang.

Jemaah lain yang juga menjadi korban yakni Subardi mengatakan, dirinya saat kejadian tahu-tahu tangan kanannya terasa nyeri. "Ternyata, tangan kanan saya patah sehingga harus dibalut gips," katanya.

Sementara menurut Hj. Munjaroah, akibat kecelakaan tersebut tangan kirinya patah dan giginya juga patah satu.
Menurut dia, saat kejadian bus yang membawa jamaah haji Kloter 44 beriringan dari Mekkah menuju Jeddah.

Korban yang banyak dari jamaah yang berada di bus nomor tiga, mereka semua dibawa ke rumah sakit di Jeddah. Namun, para korban tersebut berangsur-angsur membaik dan dapat dipulangkan semua ke Indonesia.

Menurut dokter Kloter 44 asal Demak Suparmi Anik Indrayati, kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa Kloter 44 Demak tersebut berawal dari rombongan yang menumpang empat bus yang beriring-iringan dari Mekkah menuju Jeddah, pada Senin (12/11/2012).

Bus yang beriringan tersebut kemudian tiba-tiba saling menabrak yang ada di depannya, dan ada 17 orang yang mengalami luka-luka dan mereka langsung dibawa ke RS di Jeddah.

Namun, anggota jamaah haji Kloter 44 asal Demak akhir dapat dipulangkan semuanya ke Tanah Air.

"Mereka yang terluka akibat kecelakaan sudah berangsur membaik dan totalnya kloter 44 sebanyak 374 orang sudah tiba di Asrama Haji Donohudan. Mereka segera dipulangkan ke daerah," kata dokter Suparmi setibanya di Donohudan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau