MEDAN, KOMPAS.com - Pasangan Gatot dan Erry ingin memenangi pilkada Sumatera Utara, tanpa merendahkan lawan-lawan politiknya. Ia memegang prinsip Jawa: Menang tanpa ngasorake.
Hal itu disampaikan Gatot kepada wartawan sesaat setelah melakukan pendaftaran ke KPU Sumut.
"Dengan prinsip menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendahkan), kami siap maju," kata Gatot.
Saat ditanya persiapan jika kalah, Gatot menyatakan tetap berpegang pada prinsip itu, menang tanpa merendahkan dan maju dalam pilkada dengan bermartabat.
Ia juga meminta media untuk turut membantu memberitakan hal baik, supaya pergesekan dalam pilkada di tingkat akar rumput tidak terjadi. "Dengan kondisi Sumut yang dinamis, saya kira kondusifitas Sumut tetap terjaga," kata dia.
Pelaksana tugas Gubernur Sumut itu mengatakan, pihaknya maju menjadi gubernur karena ingin kembali meneruskan pembangunan di Sumut dan berpegang pada undang-undang, yang menyatakan Gubernur hanya bisa dua periode. Ia menggandeng Erry, karena rekam jejak Erry selama menjadi Bupati Serdang Bedagai dinilai bagus.
Erry sendiri menyatakan ingin membangun Sumut mendampingi Gatot. "Dengan prinsip paten kami menjadi sahabat semua suku," kata Erry.
Erry menggunakan kata Paten: Pak Tengku Erry sahabat semua partai dan etnis sebagai slogannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang