Siap-siap... Bunker-bunker Perlindungan Hadapi "Kiamat"!

Kompas.com - 16/11/2012, 17:09 WIB

KOMPAS.com — Akan ke mana Anda jika dunia benar-benar "berakhir" pada 21 Desember nanti? Inilah bahan gunjingan yang muncul ke permukaan berdasarkan kalender Maya yang memprediksi datangnya "kiamat" pada 21 Desember nanti.

Di beberapa tempat di dunia, persiapan mendekati datangnya tanggal 21 Desember atau "Doomsday" atau "kiamat" itu memang sudah terlihat dipersiapkan. Persiapan-persiapan itu semakin mendekati tahapan finalisasi berupa bunker-bunker atau ruang-ruang perlindungan tempat para Preppers atau keluarga-keluarga yang telah mempersiapkan diri dalam menghadapi kiamat.

Kalender Maya memprediksi, "dunia berakhir" hanya dalam waktu 38 hari sejak ditentukan pada 21 Desember. Takut atau tidak, khawatir atau sebaliknya, bunker-bunker perlindungan tersebut telah dibangun di beberapa negara untuk bertahan dari kehancuran.

Memang, meskipun interior di beberapa tempat perlindungan tersebut terlihat buruk dan suram, bunker-bunker itu terlihat punya daya tawar yang tinggi jika prediksi tersebut benar.

Bunker-bunker di Amerika Serikat, misalnya, beberapa masih digunakan aktif, sementara sisanya sudah lama tak digunakan dan beralih fungsi menjadi museum dan hotel. Pada masa "perang nuklir" antara AS serta Kuba dan Uni Soviet di era awal 1970-an, Presiden AS John F Kennedy (JFK) pernah membuat sebuah bunker di Peanut Island, yang letaknya berseberangan dengan tempat tinggal keluarganya di Florida.

Apa yang terjadi saat ini dengan bunker tersebut? Kini, fungsi bunker berubah menjadi sebuah museum.

Bahkan, hal lain yang lebih mewah dari museum juga ada. Hotel Hilton di Kepulauan Maldives, misalnya, justru menawarkan kamar eksklusif pemandangan bawah Laut Atlantik. Dengan pemandangan kehidupan bawah air yang menarik, "bunker" ini akan membuat para tamu tak bisa menunggu lama akan datangnya ramalan "kiamat" pada kalender Maya. Terlebih lagi, di ruangan ini sudah tersedia sebuah tempat tidur besar dan mewah, lengkap dengan keranjang buah-buahan.

Perubahan fungsi dari bunker juga terjadi pada Bunker Greenbrier di West Virginia. Bunker ini juga telah beralih fungsi menjadi hotel bintang empat yang mewah bentuknya, melesak ke dalam sisi gunung.

Di Swedia, keberadaan bunker juga dibangun jauh ke dalam di tengah gunung, tempat Wikileaks "menyimpan" server mereka. Bunker ini juga konon dibangun untuk bertahan dari "kiamat" atau invasi yang bisa menimbulkan masalah besar.

Sementara itu, Bad Neuenahr-Ahrweiler adalah selter atau sejenis bunker berupa terowongan. Dibangun jauh di bawah perkebunan anggur di bagian barat Jerman, bunker ini direncanakan sebagai tempat persembunyian para pejabat pemerintah di era-era awal perang nuklir.

Di pegunungan Adirondack, hanya beberapa jam berkendaraan dari New York, juga ada semacam bunker yang dulu digunakan sebagai markas pengontrol nukir di era perang dingin. Bunker dibangun di atas lahan seluas 19 hektar.

Benarkah kiamat?

National Geographic secara berkala pernah melakukan wawancara dengan para Preppers tersebut. Mereka telah benar-benar bersiap menghadapi hari akhir dunia, bukan saja dengan bentuk bangunan, melainkan juga taktik menyimpan makanan kering yang tahan disimpan lama, mengumpulkan air hujan, dan merancang gudang senjata. 

Lalu, "kiamat" apa sebetulnya yang mereka maksudkan? Sebetulnya, yang dimaksud dengan kiamat di sini adalah jatuhnya kondisi perekonomian, sosial, serangan elektromagnetis, serangan teroris, kelangkaan bahan bakar, perang, dan mewabahnya penyakit. Toko Army Navy di Florida bahkan telah menjawab kebutuhan para Preppers tersebut dengan menjual tempat perlindungan seharga 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 577.500.000.

Anda sendiri sudah siap?

Baca juga:

Ssstt... Inilah Desain Bunker Menghadapi "Hari Kiamat"!

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau