Timur tengah

Roket Hamas Gempur Tel Aviv

Kompas.com - 17/11/2012, 01:50 WIB

Kairo, Kompas - Media massa dan publik di dunia Arab, Jumat (16/11), terlihat sangat bangga dengan berita kemampuan roket terbaru tipe Fajr 5 milik Hamas menjangkau sasaran di Distrik Rishon Lezion di pinggiran kota Tel Aviv, Israel. Suatu prestasi yang tidak pernah dicapai militer Arab sejak perang tahun 1948.

Hampir semua media di Arab menurunkan berita utama dengan tulisan besar, ”Jalur Gaza Gempur Tel Aviv”. Demikian dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir.

Harian Al Hayat memberitakan, Hamas dan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza kini meraih dua kemenangan psikologis terhadap Israel. Pertama, kemampuan roket Fajr 5 mencapai wilayah sekitar kota Tel Aviv, seperti Distrik Kiryat Malakhi dan Rishon Lezion. Kedua, penduduk Tel Aviv dibuat panik ketika mendengar bunyi sirene, seperti terlihat dalam gambar yang ditayangkan televisi Israel saluran 10.

Televisi tersebut menayangkan gambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergegas meninggalkan kantornya di Tel Aviv menuju tempat perlindungan ketika mendengar bunyi sirene itu.

Berbagai laporan media Israel dan Arab menegaskan, kecenderungan konflik militer Israel dan Hamas akan meningkat dalam beberapa hari mendatang meskipun Mesir mencoba membujuk Israel dan Hamas agar mencapai gencatan senjata.

PM Mesir Hisham Kandil bersama rombongan pejabat tinggi Mesir, Jumat, mengunjungi Jalur Gaza untuk menyampaikan solidaritas Mesir terhadap rakyat Palestina. PM Netanyahu menyampaikan, Israel atas permintaan Mesir menghentikan semua operasi militernya di Gaza selama kunjungan PM Kandil itu.

Kota Kairo sejak Kamis sore hingga Jumat juga terus dilanda aksi unjuk rasa menentang serangan militer Israel itu. Alun- alun Tahrir dan Distrik Nasr City di Kairo, Kamis sore, dipenuhi pengunjuk rasa, sambil membawa pamflet berbunyi ”Mesir dan Jalur Gaza, Satu Tanah Air”.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Kamis malam, kembali menelepon Menlu Mesir Mohamed Kamel Amr meminta Mesir menggunakan pengaruhnya untuk mendorong gencatan senjata di Jalur Gaza.

Gencatan senjata

Mesir menawarkan opsi gencatan senjata yang terdiri atas dua butir. Pertama, Israel dan Hamas menghentikan semua bentuk aksi saling serang. Kedua, Israel dan Hamas memberikan kesempatan kepada Mesir menyusun paket solusi damai di Jalur Gaza.

Namun, Israel diberitakan belum antusias menerima tawaran damai Mesir itu saat ini karena target operasi militer Israel di Jalur Gaza belum tercapai.

Para pejabat Israel dan Hamas masih sama-sama bersikap keras. Netanyahu menyatakan, operasi militer harus berlanjut dan militer siap memperluas operasi di Jalur Gaza dan melancarkan serangan darat.

Institusi militer Israel kini mulai mengakui, daya jangkau roket milik Hamas dan kelompok Jihad Islami kini lebih jauh dari yang diperkirakan selama ini.

Hamas juga menolak gencatan senjata saat ini. Juru bicara Hamas, Taher Nunu, kepada televisi Al Jazeera, Jumat, menegaskan, bicara gencatan senjata saat ini hanyalah sebuah kebohongan. Ia mengungkapkan, Netanyahu bicara gencatan senjata selama kunjungan PM Mesir di Jalur Gaza, tetapi kenyataannya Israel terus menggempur Gaza pada saat kunjungan Kandil itu.

Sejumlah analis Israel menyebutkan, jika Hamas terus menembakkan roket-roketnya ke wilayah sekitar Tel Aviv, tidak tertutup kemungkinan Israel akan melancarkan serangan darat ke Gaza.

Israel telah mengumumkan mobilisasi 16.000 anggota pasukan cadangan untuk persiapan serangan darat itu. Israel juga telah mengerahkan tank-tank ke sekitar wilayah di Jalur Gaza.

Israel mengklaim telah menggempur sedikitnya 250 sasaran di Gaza, di antaranya 130 basis peluncuran roket jarak jauh. Sedikitnya 21 warga Palestina tewas dan 200 lainnya mengalami luka-luka sejak agresi militer Israel, Rabu lalu. Israel mengakui, sedikitnya 270 roket berbagai jenis ditembakkan dari Jalur Gaza ke sejumlah sasaran di Israel dan 105 roket di antaranya ditangkis oleh sistem rudal antirudal Iron Dome milik Israel.

Namun, Hamas dan faksi-faksi Palestina mengklaim telah menembakkan 500 roket berbagai jenis ke Israel. Hamas juga mengklaim berhasil menembak jatuh pesawat tanpa awak milik Israel di atas Jalur Gaza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau