Asia tenggara

Hillary Clinton Serukan Diplomasi Ekonomi

Kompas.com - 17/11/2012, 21:10 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton melakukan kunjungan kerja ke Singapura. Dalam pidato yang disampaikannya di Singapore Management University, Hillary menegaskan prioritas utama Negeri Paman Sam saat ini adalah diplomasi berbasiskan pendekatan ekonomi.

"Amerika sudah jenuh dengan dua perang di Afganistan dan Irak yang telah banyak menyedot waktu dan energi. Kebijakan luar negeri kami saat ini adalah berpusatkan pada kerja sama ekonomi, terutama di kawasan Asia yang sangat strategis" tutur Hillary.

"Diplomasi berbasiskan ekonomi akan meningkatkan ekspor Amerika, membuka banyak pasar ekonomi baru, dan memberi kesempatan bagi perusahaan Amerika untuk bersaing di kancah global, dan tentu saja kepemimpinan Amerika di kancah internasional sangat ditentukan oleh kekuatan ekonomi kami," kata mantan Ibu Negara ini.

Dalam pidato selama 30 menit itu, Hillary menjelaskan bagaimana ekonomi dapat menjadi salah satu senjata diplomasi yang ampuh. Dia memberi contoh Myanmar yang akhirnya memutuskan untuk "membuka diri" untuk mengakhiri sanksi ekonomi yang memberatkan negeri itu.

Myanmar menyadari akan pentingnya bergabung dengan dunia ekonomi internasional. Tidak lupa, Hillary juga memuji Singapura sebagai sekutu ekonomi yang sangat strategis.

Walaupun hanya memiliki wilayah seluas sekitar 700 kilometer persegi, Hillary menyebut bagaimana negara kota ini memiliki nilai perdagangan dengan Amerika yang jumlahnya lebih dari 50 miliar dollar Amerika.

Hillary melakukan kunjungan selama dua hari,  16-17 November. Dalam persinggahannya yang kedua ke negeri ini, mantan Senator dari New York itu bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Bapak Negara Singapura Lee Kuan Yew.

Hillary yang diperkirakan meninggalkan posisinya di kabinet baru Presiden Obama, langsung meninggalkan Singapura menuju Kamboja. Di negeri Angkor Wat, dia akan bergabung dengan Obama untuk menghadiri KTT Asia Pasifik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau